Kopi pahit kusentuh
Kuminum selagi dingin
Kopi panas? Tidak butuh
Harus masak dulu. Aku terlampau ingin
Kopi pahit kuminum
Sekilas hidupku yang ajaib diputar
Kucing liar di kepala tersenyum
Kulihat dia pada cermin dan kepala mulai berputar
Memberanikan diri menulis kembali
Bukan perkara mudah
Ini bukan tentang kehidupan yang abadi
Ini bagaimana aku menangani resah
Hidupku ajaib, silau, panas
Tidak ada pelangi, hanya debu
Penjual ikan cupang, juga plastik bertuliskan angka lima belas
Ingin rasa membelinya, tapi jika mati, dosa sekali: aku
Bukan aku tidak bersyukur
Hidupku ini penuh kebahagiaan, aku tahu
Dan kenapa pula uang yang membuatku kufur?
Padahal aku sudah berjuang, kau tahu?
Kopi pahit ini terasa manis
Dengan kondisi hidup diterpa sinis
Aku tahu, aku hanyalah renjis
Namun, bisakah hidup jangan terlampau sadis?
Tangerang, 25 Juni 2025










2 Komentar
Semangat selalu dan jangan berhenti berkarya.
Asyiaaap Kak, terima kasih sudah mampir. ~