Pesimis kadang perlu
Untuk mengurai lelah
Dari hasil yang begitu melulu
Agar air mata tiada lagi tumpah
Menulis itu menyenangkan
Seharusnya, tapi tidak selalu demikian
Kau yang menulis demi uang juga ketenaran
Sudahkah kau dapatkan?
Jika sudah, aku turut bahagia
Jika belum, bergabunglah denganku
Menangis kita bersama, memaki bersama
Kehidupan tidak sesuai ingin kita selalu
Tidak sepenuhnya pesimis
Hanya mencoba realistis
Pada dunia yang begitu miris
Literasi kita basi dan berdampak sadis.
Tangerang, 26 Juni 2025
-
lahir di Binong, Tangerang. Pertama kali menulis di blog ketika lulus dari SMA tahun 2011. Buku solo yang sudah terbit di antaranya: Kumpulan Puisi Anggap Saja Kucing Liar (2017); Tentang Sepi, Posesif, dan Pikiran Kotorku (2019); Aku Kenapa? (2019); Abstrave (2023); Novel Maukah Kamu Menulis Denganku? (2024); Hilang Cahaya (2025). Telah menulis lebih dari seribu puisi dan karya lainnya.
lahir di Binong, Tangerang. Pertama kali menulis di blog ketika lulus dari SMA tahun 2011. Buku solo yang sudah terbit di antaranya: Kumpulan Puisi <strong>Anggap Saja Kucing Liar</strong> (2017); <strong>Tentang Sepi, Posesif, dan Pikiran Kotorku </strong>(2019); <strong>Aku Kenapa? </strong>(2019); <strong>Abstrave </strong>(2023); Novel <strong>Maukah Kamu Menulis Denganku? </strong>(2024); <strong>Hilang Cahaya </strong>(2025). Telah menulis lebih dari seribu puisi dan karya lainnya.