Beranda / Topik / Humaniora / Renungan Hidup: Rasa-Rasa yang Tak Perlu Selalu Ada, Apa Saja?

Renungan Hidup: Rasa-Rasa yang Tak Perlu Selalu Ada, Apa Saja?

Renungan Hidup 20250707 (freepik)
1

Tentu kita semua ingin hidup yang banyak rasa. Jika makanan atau minuman aja bisa banyak rasa, lantas mengapa hidup harus terasa hambar/biasa-biasa aja? Namun, seperti halnya rasa makanan-minuman, ada rasa-rasa tertentu yang mungkin kita gak terlalu sukai.

Ibarat makanan dan minuman, ada rasa manis, pahit, asin, asam. Ada juga ‘rasa’ pedas yang sebenarnya bukan sebuah rasa sejati melainkan sensasi terbakar di lidah dan tenggorokan, rasa yang banyak penggemar cabai hingga lada sukai. Penulis rasa meskipun banyak orang suka rasa manis, gak juga ingin semua makanan atau minumannya selalu manis. Begitu pula rasa-rasa lainnya. Seperti kata sebuah iklan, karena hidup butuh banyak (pilihan) rasa.

Ada beberapa rasa yang kita sukai dan ingin terus ada, ada juga yang sama-sekali kita gak sukai tapi bisa ada kapan saja. Misalnya apa saja dan mengapa tak perlu selalu ada?

1. Rasa khawatir. Rasa khawatir itu sangat wajar, sangat alami, bisa dimaklumi. Mungkin nyaris gak pernah ada hari kita lalui tanpa sedikitpun rasa khawatir. Nanti turun hujan gak ya? Atau, bagaimana jika…. Dan sebagainya. Rasa khawatir meningkatkan kewaspadaan dan membuat kita berpikir panjang bagaimana harus membuat keputusan yang baik apabila hal yang gak diharapkan terjadi. Akan tetapi, rasa khawatir yang berlebihan malah akan membuat kita urung melakukan apapun, sehingga gak juga berhasil mencapai apapun. Khawatir deh, nanti basah, gak usah pergi aja, hujannya juga gak berenti-berenti. Jadinya, ya gak pergi-pergi. Atau malah gak akan pergi-pergi lagi hingga selamanya. Padahal cuaca gak bisa kita atur, hujan bisa turun kapan aja. Bukan turun hujan yang semestinya dikhawatirkan, akan tetapi bagaimana persiapan menghadapinya. Bawa payung atau jas hujan, mungkin pakaian ganti.

Kekhawatiran adalah tanda kewaspadaan, akan tetapi ia bukan momok yang harus dipelihara hingga menghilangkan rasa antusias kita dalam memecahkan masalah.

2. Rasa takut. Rasa takut memang membuat adrenalin terpacu dan menimbulkan keseruan tersendiri. Itulah sebabnya banyak orang suka main game atau nonton film horor. Tapi etapi jika takut berlebihan misalnya kepada atasan galak, guru killer, atau takut pada ini-itu yang sesungguhnya hanya alasan dicari-cari aja, sesungguhnya takkan membuat Anda diuntungkan. Rasa takut seperti itu hanya akan membuat Anda jadi seorang penakut. Takut ke tempat gelap, selamanya ‘harus’ ada dalam terang. Jika mati lampu, lantas harus bagaimana? Atau takut melalui jalan ramai, jadi selamanya tinggal di rumah saja. Rasa takut semacam itu selain gak bermanfaat, hanya akan menimbulkan rasa-rasa lainnya yang kurang perlu. Misalnya…

3. Rasa malas. Misalnya takut gemuk, jadi ‘malas’ makan banyak-banyak. Takut capek, jadi malas bekerja. Takut susah, jadi malas mencoba hal-hal baru. Rasa malas sesekali memang perlu agar kita gak keranjingan sesuatu, misalnya gila kerja, kelewat rajin/aktif sehingga melakukan hal negatif bagi kesehatan (seperti sering begadang) dan sebagainya. Rasa malas adalah rem alami agar kita tidak melulu berkutat pada satu hal. Akan tetapi rasa malas mengakibatkan juga kebodohan. Ibarat pensil yang tidak ingin diasah karena ‘malas ah!’, sesungguhnya ia bisa runcing, namun selamanya akan jadi tumpul akibat rasa malas itu.

Kesimpulan: Hidup perlu banyak rasa. Rasa khawatir, takut dan malas tak selalu negatif, akan selalu ada dan amat-sangat manusiawi. Akan tetapi hendaknya kita berusaha untuk tidak terlalu memupuk/membiasakannya tumbuh agar tidak menjadi hambatan bagi kita. Kita bertumbuh dalam kesulitan dan tantangan, sehingga ketiga rasa-rasa itu perlu kita latih agar tidak sering muncul dalam hati. Serahkan kekhawatiran dan rasa takut Anda kepada Tuhan Yang Maha Esa, berdoalah semoga rasa malas tidak menjadikan Anda pribadi yang enggan bekerja atau mencoba hal-hal baru.

Semoga bermanfaat.

Tangerang, 7 Juli 2025

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *