: buat Na….^_
seringkali cinta yang cetar membahana
tak mesti luar biasa
seperti malam ini, saat kau begitu sumringah
menenteng pulang sebungkus bakso bercampur mie putih
cinta entah mengapa seperti tersulut tiba-tiba
menandak-nandak hingga puncak yang paling arsy dan tak terpeta
cinta yang aslinya biasa dan amat sederhana
berulang kali kau rekayasa hingga menjadi amat gempita
dan berakhir menjadi catatan keabadian
dalam ruang hati bernama kenangan
: mendekap punggungku saat situasi memberiku tangis
dan membaca cinta yang kerap merembes
di haru matamu, saat kau berkata dengan amat lugu
hidup kembali hidup bersamaan dengan hadirku
tahukah kau, berkali-kali aku memutar simpul kenangan itu
membuang raguku untuk berkata dengan malu yang amat tersipu:
“mencintaimu
membuatku lupa, akan apa itu cinta
karena semua
menjelmamu”
Thornvillage-2015
rencana diterbitkan menjadi buku puisi bertajuk “Mencintaimu dengan Cara yang paling Malu”, Pimedia:2025.
-
Ahmad Maulana S, lahir di Jakarta.
Sejak kecil ia terbiasa bertualang. Lulus SMU langsung singgah di sebuah madrasah/sekolah sebagai guru, dilanjutkan dengan menjadi pekerja bengkel, pramuniaga, kuli bangunan, pedagang ayam setan, tukang pasang tenda, pengelola pabrik bulu mata palsu, pemilik lapak barang rongsok, penulis buku puisi dan buku serial pendidikan anak, ghost writer, publisher novel-novel motivasi serta pernah menyelenggarakan kelas fiksi berbayar berbasis online lintas negara.
Ahmad Maulana S, lahir di Jakarta.
Sejak kecil ia terbiasa bertualang. Lulus SMU langsung singgah di sebuah madrasah/sekolah sebagai guru, dilanjutkan dengan menjadi pekerja bengkel, pramuniaga, kuli bangunan, pedagang ayam setan, tukang pasang tenda, pengelola pabrik bulu mata palsu, pemilik lapak barang rongsok, penulis buku puisi dan buku serial pendidikan anak, <em>ghost writer</em>, publisher novel-novel motivasi serta pernah menyelenggarakan kelas fiksi berbayar berbasis <em>online</em> lintas negara.