Home / Fiksi / Cerpen / Nge-Blank

Nge-Blank

Nge-Blank

“Jadi aku bingung harus mulai mengajakmu kencan,” katanya, menggenggam tanganku yang lembut dengan matanya yang kokoh dan kuat. Matanya, yang tak lagi lebar dan berbinar seperti dulu, kini sedikit terpejam, merah, dan menumpahkan kasih sayang.

Aku tersenyum dan berkata aku tidak tahu, pilihannya ada padanya. Lagipula, pilihanku adalah menikmati perhatian, ketertarikan, dan berkata “Tidak”. Tapi saat menatapnya, aku tahu aku telah melakukan kesalahan besar. Seharusnya aku memulai percakapan lain untuk mengalihkannya.

Ya Tuhan!

Tatapannya cukup untuk membuatku menanggalkan pakaianku. Aku segera menggerakkan tanganku dan dia memalingkan muka, berusaha mengamankan tanganku lagi, apa pun untuk menghentikannya menatapku seolah-olah dia akan bercinta denganku saat itu juga.

“Aku mencintaimu,” serunya tanpa pikir panjang.

Aku tahu apa pun yang bisa membuatku tetap terkendali pastilah keajaiban Tuhan.

“Aku tidak hanya mencintaimu, tapi aku juga menginginkanmu,” tegasnya.

Kata-kata itu mengguncangku bagai gempa bumi 8,9 SR mengguncang rumah-rumah, dan aku tertegun, tak tahu harus berkata apa, berbuat apa, atau menatap apa. Karena dia sudah memalingkan wajahku ke wajahnya.

Aku tak bisa berhenti menatap matanya yang berbinar. hidung kami saling berdekatan.


Bekasi, 7 Oktober 2025

Penulis

  • Rayhan Rawidh

    Penulis genre urban fantasy, chicklit, dewasa, action. Karyanya bisa ditemukan di KBM.id dan fizzo.org,

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image