Home / Fiksi / Drama / Cinta Kedua & Terakhir: Bab 27

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 27

CINTA KEDUA & TERAKHIR
This entry is part 28 of 28 in the series Cinta Kedua & Terakhir

Dua rumah dari lokasi pesta mobil mereka berhenti. Acara di selenggarakan di jalan depan rumah Pazel. Para tamu undangan sudah tampak berlalu lalang.

Silvia dan Dokter Dana turun dari mobil mewahnya. Semua mata tertuju padanya. Ada yang berbisik:

“Itu kan mantan istrinya Pazel?”

“Iya, Bu. Cantik sekali ya, dia sekarang.”

“Iya. Cantik banget. Yang bersamanya itu siapa, ya? Wau, ganteng banget.”

“Hooh. Pasangan serasi, ya?”

Para tamu banyak yang berkerumun ingin bersalaman dengan Silvia dan Dokter Dana.

Karena sebagian dari tamu undangannya adalah karyawan perusahaan tempat Pazel bekerja, banyak di antara mereka adalah karyawan lama. Tentu saja mereka mengenal dokter Dana yang sejatinya adalah Bos mereka.

Sampailah saatnya Silvia bersalaman dengan dua pengantin yang sedang berdiri di depan pelaminan menunggu para tamu. Di sana terlihat lengang, karena orang-orang lebih fokus kepada Silvia dan Dokter Dana.

Pazel sendiri merasa yang sedang berjalan menghampirinya adalah seorang artis. Keningnya berkerut, karena dia tidak merasa mengundang seorang artis.

Dia terpana dengan kecantikan wanita yang berjalan bergandengan tangan dengan senyum semanis madu menuju ke arah pelaminan.

Begitu sampai di hadapan kedua pengantin itu, mereka menjabat tangan pengantin secara bergantian.

“Selamat ya, Bang. Semoga rumah tangga kalian langgeng sampai kakek nenek.” Silvia menyalami kedua pengantin, tidak lupa juga seluruh keluarga mereka yang mendampingi pengantin.

Pazel terperangah mendapat ucapan selamat dari wanita yang baru saja dikaguminya. Ternyata wanita yang dia kagumi itu adalah mantan istrinya sendiri.

Niat hati ingin memberikan kejutan, ternyata dia sendiri yang terkejut bukan kepalang.

“Selamat juga untuk Ibu ya, Bu? Selamat karena Ibu mendapat menantu yang cantik dan kaya, dan juga selamat karena Ibu akan jadi nenek,” bisik Silvia di telinga Rohana.

Dadanya mendadak sesak. Dia benar-benar syok, karena wanita yang sempat dipuja-puji dalam hatinya ternyata adalah mantan menantu yang sangat dibencinya.

Kenyataan yang sangat tidak diinginkannya sama sekali. Tadinya dia berharap akan membuat calon menantunya mati kutu. Atau setidaknya dia akan sangat bahagia menyaksikan mantan menantunya itu menangis darah.

Bagaimana tidak? Baginya putra semata wayangnya itu adalah lelaki paling tampan dan mapan. Dan yang paling penting sangat dicintai oleh mantan istrinya itu.

Apalagi, yang dia tahu selama ini Silvia tidak punya siapa-siapa selain ibu tirinya. Dia mengira Silvia akan menjadi gembel jika kembali kepada ibu tirinya. Maka dia pasti akan berlutut memohon untuk diterima kembali menjadi istri anaknya.

Bagi wanita malang yang selama ini selalu mendapat hinaan, itu adalah suatu keberuntungan. Bercerai dari mantan suami yang dulu dia terima tanpa syarat, namun setelah berjaya malah mendua merupakan suatu berkah. Perpisahan ini mungkin sudah jalan dari Allah Yang Maha Esa.

Dulu Pazel hanyalah lelaki pengangguran. Dia melamar pekerjaan ke mana-mana, namun tidak ada hasilnya. Dia hanya lulusan SMA. Tidak ada perusahaan yang mau menerimanya. Sampai dia menjadi putus asa dan mengurung diri karena tidak tahan menghadapi kenyataan hidup. Ditambah lagi pacarnya pergi meninggalkannya demi laki-laki lain.

Kenyataan itu sangat memukul habis mentalnya. Saat itulah datang batuan dari Allah melalui seorang gadis.

Gadis itu adalah Silvia. Silvia gadis cantik bekerja sebagai asisten desainer di sebuah butik milik sahabatnya.

Saat itu Silvia hendak pulang ke rumah dari butik tempatnya bekerja. Karena hari itu dia habis gajian, dia ingin membeli beberapa keperluan rumahnya. Dia memutuskan untuk belanja di pasar terdekat. Karena selain harganya lebih murah, jaraknya juga lebih dekat dari rumahnya.

Di tengah perjalanan menuju pasar, dia melihat seorang ibu-ibu yang hampir pingsan di jalanan. Dia segera menghampiri.

“Ibu kenapa? Apa ibu gak apa-apa?” tanyanya pada saat itu.

Silvia memang mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Dia rela tidak jadi belanja ke pasar demi membawa orang yang belum dikenalnya untuk berobat ke rumah sakit. Dia juga berinisiatif untuk mengantar sampai ke rumahnya. Ternyata kebaikan Silvia dimanfaatkan oleh wanita itu. Hingga dia menjadi menantu dadakannya.

Saat pertama kali bertemu dengan Pazel dia langsung dipaksa menikah oleh warga dan ketua Rukun Tetangga kontrakan Pazel dan ibunya, hanya karena satu kesalahpahaman. Namun karena perhatian dan kasih sayang Pazel, akhirnya cinta tumbuh secara perlahan. Walau akhirnya sekarang cinta itu telah berubah menjadi dendam.

Sebenarnya SIlvia sudah mulai melupakan dendamnya. Dia sudah ingin melanjutkan hidupnya. Toh sekarang dia bukan lagi orang biasa. Dia akan menjadi seorang pemimpin perusahaan terbesar.

Namun karena kejadian di restoran membangkitkan dendam yang sudah susah payah dia buang. Cinta yang ditanamnya telah berbuah kebencian.

“Kau yang menanamkan kebencian dihatiku, Bang. Sekarang kebencian itu sudah menjelma menjadi dendam. Dan dendam ini akan membakar kalian semua. Tentu saja dengan cara yang sangat cantik.”

Senyuman manis namun mematikan terukir di bibir indah Silvia.

“Ini baru permulaan, akan ada kejutan-kejutan lainya yang akan membuat kalian menyesal telah menghancurkan perasaanku, harga diriku, harapanku, bahkan mentalku. Kalian tinggal menunggu waktunya dengan tenang.”

Silvia dan Dokter Dana bersiap meninggalkan pesta pernikahan Pazel setelah beramah tamah dengan para tamu yang ingin bersalaman dengan mereka. Bahkan ada juga yang ingin menjalin hubungan baik dengan mereka.

Belum jauh mereka berjalan, terdengar suara histeris yang mengagetkan, hingga membuat mereka menoleh ke belakang.

“Ibu!” teriakan Pazel terdengar bersamaan dengan suara dentuman keras. Rohana tergeletak tidak sadarkan diri. Dia tidak dapat mengendalikan dirinya, hingga dia menjadi pingsan di tempat dia berdiri. Silvia dan Dokter Dana saling pandang dengan senyuman penuh arti. Kemudian mereka melanjutkan langkah mereka menuju kendaraan mereka yang sedang terparkir dengan cantik.

Cinta Kedua & Terakhir

Cinta Kedua &Terakhir: Bab 26

Penulis

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image