Beranda / Genre / Religi / Saat Kau Terlelap

Saat Kau Terlelap

Mencintaimu dengan Cara yang Paling Malu
2
This entry is part 7 of 9 in the series Mencintaimu dengan Cara yang Paling Malu

saat kau terlelap

aku bermandikan sunyi yang pedih

dan menyakitkan

air mata kini tak lagi punya hati


saat kau terlelap

hidungku tak lagi tajam

membaui aroma

kehidupan, yang penuh dengan sketsa

ketidakberdayaan


dan saat kau terlelap, aku

tak mampu lagi untuk tidak bergerak

dalam detak dan bercak

yang penuh oleh darah


kenistaan adalah kini

tatkala angan, yang hanya begitu saja

memaksaku untuk melacurkan semua

sementara moral

sudah jauh-jauh hari menguap

dalam retorika ketinggian manusia

yang kini, tak lagi punya harga


tapi engkau tetap terlelap

dan desah napasmu yang teratur

seakan membisiku, tentang

sebuah keabadian cinta

dalam dunia yang tak pernah mampu

untuk kucumbu

karena

saat kau terlelap, aku pun

turut terlelap

di sisimu, dalam irama kebusukan hidup

Mencintaimu dengan Cara yang Paling Malu

Gurindam Doa Apa yang Paling Kuyup dari Hujan?

Penulis

  • Ahmad Maulana S

    Ahmad Maulana S, lahir di Jakarta.

    Sejak kecil ia terbiasa bertualang. Lulus SMU langsung singgah di sebuah madrasah/sekolah sebagai guru, dilanjutkan dengan menjadi pekerja bengkel, pramuniaga, kuli bangunan, pedagang ayam setan, tukang pasang tenda, pengelola pabrik bulu mata palsu, pemilik lapak barang rongsok, penulis buku puisi dan buku serial pendidikan anak, ghost writer, publisher novel-novel motivasi serta pernah menyelenggarakan kelas fiksi berbayar berbasis online lintas negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *