mengapa banyak doa kian enggan terbaca
bukankah tabiat doa selalu bergiat mengeja yang lupa
mengapa doa membisu saat bertemu sederet ragu
doa tentu cemburu, menelikung ragu dan membawanya menuju tentu
mengapa dalam doa ada saja terselip alpa
ada hati yang urung bicara, terkenang dosa yang kerap lalai diseka
mengapa doa acap kali tersesaki kata pinta
kata ingin berbagi, memberi asa secercah nyata yang hendak ada
mengapa doa mesti terucap sesungguh kata
doa tak suka diucap dusta, memaksa kata jadi khusyuk dan penuh makna
mengapa doa tak lantas rela cuma kata saja
doa rindu makna, rindu adab dan tata cara
sejak mengerti makna kata, mengapa tak sepatahpun doa kau pinta
usah tunggu pinta sempurna, doa mau kata saja, makna terikut jua
-
Ahmad Maulana S, lahir di Jakarta.
Sejak kecil ia terbiasa bertualang. Lulus SMU langsung singgah di sebuah madrasah/sekolah sebagai guru, dilanjutkan dengan menjadi pekerja bengkel, pramuniaga, kuli bangunan, pedagang ayam setan, tukang pasang tenda, pengelola pabrik bulu mata palsu, pemilik lapak barang rongsok, penulis buku puisi dan buku serial pendidikan anak, ghost writer, publisher novel-novel motivasi serta pernah menyelenggarakan kelas fiksi berbayar berbasis online lintas negara.
Ahmad Maulana S, lahir di Jakarta.
Sejak kecil ia terbiasa bertualang. Lulus SMU langsung singgah di sebuah madrasah/sekolah sebagai guru, dilanjutkan dengan menjadi pekerja bengkel, pramuniaga, kuli bangunan, pedagang ayam setan, tukang pasang tenda, pengelola pabrik bulu mata palsu, pemilik lapak barang rongsok, penulis buku puisi dan buku serial pendidikan anak, <em>ghost writer</em>, publisher novel-novel motivasi serta pernah menyelenggarakan kelas fiksi berbayar berbasis <em>online</em> lintas negara.
2 Komentar
indah
Makasih banyak atas apresiasinya, Fidele….