Home / Genre / Sastra / Apa yang Paling Kuyup dari Hujan?

Apa yang Paling Kuyup dari Hujan?

Mencintaimu dengan Cara yang Paling Malu
1
This entry is part 8 of 9 in the series Mencintaimu dengan Cara yang Paling Malu

apa yang paling kuyup dari hujan?

kenangannya, ucapmu

membuatku tercenung saat pagi merenggut kita

dari sepenggal kisah tentang lalat cinta


tapi hujan baru lagi menghampiri

di sudut paling tepi dari puisiku yang sunyi

kukuhmu, seakan hujan hari ini

adalah hujan yang terakhir kali


tak perlu ribuan hujan untuk mematangkan hujan, kilahku

sebab yang kutahu, hujan memang cuma hujan

sebab seingatku hujan tetap hanya hujan

dengan atau tanpa hujan


ini hujan, ucapku

seraya memetik sebutir hujan

yang sebelumnya terperangkap di daun kenangan

yang setelah kubingkai dengan koran

memukaumu dengan hujan yang paling kilau


salahkah hujan, sendumu

sebab puisi tentang hujan

acapkali membuatku heran

tentang lariknya yang melulu cemburu bermazhabkan kekosongan, lanjutmu


diam-diam kutatap hujan yang menggumpal di matamu

lekat. erat. dengan hujan yang sama dipendar pandangku

jangan mencari hujan, bisikku

cobalah sekali-kali menjadi hujan, hasutku

setidaknya di suatu peran: kita pernah merasakan hujan

walau dengan serpih kenangan

yang kian waktu entah kenapa terasa kian tak nyaman


Jakarta-Borneo, tahun itu.

Mencintaimu dengan Cara yang Paling Malu

Saat Kau Terlelap Pintu

Penulis

  • Ahmad Maulana S

    Ahmad Maulana S, lahir di Jakarta.

    Sejak kecil ia terbiasa bertualang. Lulus SMU langsung singgah di sebuah madrasah/sekolah sebagai guru, dilanjutkan dengan menjadi pekerja bengkel, pramuniaga, kuli bangunan, pedagang ayam setan, tukang pasang tenda, pengelola pabrik bulu mata palsu, pemilik lapak barang rongsok, penulis buku puisi dan buku serial pendidikan anak, ghost writer, publisher novel-novel motivasi serta pernah menyelenggarakan kelas fiksi berbayar berbasis online lintas negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image