Beranda / Genre / Misteri / Sang Penelepon

Sang Penelepon

Sang Penelepon
1

Malam gelap dengan topan badai. Dan Finna, seorang penyiar radio malam dengan lengan patah yang digips, sedang bekerja sendirian di studio.

Dia mulai frustrasi dengan penelepon misterius yang selalu memaksanya untuk tidak menanyakan namanya.

Finna menerima telepon-telepon aneh ini setiap malam Jumat malam beberapa bulan terakhir, dan setiap kali si penelepon menolak memberikan informasi pribadi apa pun tentang dirinya. Namun malam ini, Finna sudah muak. Dia membentak dan menuntut agar si penelepon menyebutkan namanya.

Ada keraguan sejenak di ujung telepon sebelum si penelepon akhirnya berbicara.

“Nama saya Bulbul Syauki,” katanya dengan suara rendah dan serak.

Finna kaget. Dia belum pernah mendapatkan nama asli dari penelepon misterius ini sebelumnya, dan segera mulai mencari informasi apa pun yang bisa ia temukan di internet tentang seseorang bernama Bulbul Syauki.

Ketika dia menelusuri hasil pencarian, dia menemukan sebuah artikel berita 10 tahun yang lalu tentang seorang pria bernama Bulbul Syauki yang meninggal dalam kecelakaan tragis.

Finna tidak percaya apa yang dia baca. Mungkinkah Bulbul yang sama yang meneleponnya setiap Jumat malam? Jantung Finna berdebar kencang ketika dia mencoba memahami semua itu.

Mendadak pintu studio diketuk. Finna segera bangkit dari mejanya. Tapi ketika dia membuka pintu, tidak ada seorang pun di sana. Dia melihat sekeliling, tetapi tidak ada tanda-tanda siapa pun di lorong. Finna mulai merasa gelisah.

Ketika dia berbalik untuk kembali ke mejanya, dia mendengar sebuah suara berbisik di headphone-nya,

“Terima kasih telah mengundangku ke acara ini, Finna. Maaf lenganmu patah. Aku akan meneleponmu lagi malam Jumat depan.”

Mata Finna terbelalak kaget ketika dia menyadari bahwa suara di ujung telepon itu berasal dari dalam ruangan bersamanya.

Dia melihat ke bawah ke lengannya yang digips dan melihat sesuatu yang tertulis dengan spidol, tanda tangan yang bertuliskan “Bulbul Syauki.”


17 November 2025

Penulis

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *