Pernahkah terlintas dalam benak, mengapa perempuan suka menulis? Pasti tujuannya bermacam-macam. Seiring dengan perkembangan teknologi yang kian canggih, banyaknya platform kepenulisan yang bertebaran dengan sederet iming-iming gaji dollar, siapa tidak tergiur? Pastilah! Banyak perempuan ( termasuk otor) juga suka menulis.
Salah satu faktor kenapa sekarang banyak perempuan menulis adalah faktor cuan. Ya nggak, gess? Kita sama, tosslah! Akan tetapi, jangan hanya karena kita memikirkan cuan lantas mengurangi nilai-nilai tulisan yang ingin kita sampaikan. Jangan ya Dek, ya?
Nah, kembali nih, mengapa banyak perempuan menulis? Menulis kini tidak hanya sekedar kita majang tulisan, dibalik itu dari setiap tulisan yang ada kita pasti ingin DIHARGAI. Tentu saja. Jika dulu, orang-orang tertentu saja yang memahami sastra atau pun bahasa bisa dikatakan penulis. Kini, rata-rata orang bisa menulis. Termasuk para wanita alias emak-emak.
Menulis di platform kepenulisan yang tentu saja memberikan benefit atau keuntungan bisa menjadikan pemasukan tambahan bagi kita yang mendapat julukan kaum rebahan. Gimana nggak dibilang kaum rebahan jika memang kita mendapatkannya dengan santai-santai, sambil rebahan menikmati camilan atau dengan menikmati dracin dan drakor yang menemani.
Tapi, it’s The Power of Emak-Emak yang cetar membahana. Emak-Emak zaman now adalah emak-emak yang memiliki talenta tidak hanya di sumur, kasur, dapur, tetapi juga emak-emak yang mampu meramu berbagai kata menjadi rangkaian cerita. Mulai dari genre romansa, drama rumah tangga, horor, thriller, religi, komedi atau yang lainnya.
Tentu saja pekerjaan tidak nyata namun menghasilkan ini terkadang mendapat gunjingan dari orang-orang yang yaaa–begitulah. Mereka yang hanya berkata jika zaman sekarang emak-emak menggunakan ponsel itu untuk gaya-gayaan, ya nggak juga. Buktinya banyak emak-emak penulis bermain hp menuangkan ide mereka justru malah jadi jalan rezeki.
Beberapa emak-emak sukses yang menulis di dunia onlen pastinya terkadang riweh, bagaimana caranya harus mengurus rumah tangga yang tiada henti alias non-stop setiap hari selama 24 jam.So, kekuatan emak-emak zaman now memang bukan pada tenaga saja, tetapi juga pada pemikiran dan sumbangsihnya untuk keluarga. Terutama dalam masalah pendapatan.
Banyak emak-emak sukses yang bisa membahagiakan keluarganya, kala mereka menganggap ada kemustahilan dibalik kerja keras yang mereka lakukan. Namun percayalah. Di hati mereka ada keinginan besar untuk menjadi Emak-Emak tangguh yang tak lekang dengan karya-karya yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menjadi tambahan pendapatan keluarga.
Intinya, jangan remehkan kekuatan dan doa emak-emak. Karena dari mereka seringkali banyak doa terkabul dari segala penjuru.
Sukses terus untuk emak-emak penulis. Semoga karya emak-emak semua mendapatkan ridho dan berkah dari perjuangan yang dilandasi dengan cinta dan keikhlasan.
Temanggung, 16 Oktober 2025, 09.42









