Home / Fiksi / Puisi / Rambu Hayat

Rambu Hayat

Rambu Hayat

Tak semestinya,
Kala mengingatmu hati menabuh keluh
Di mana realita menjadi hutan rimba
Memangsa sabar yang membangunkan amarah

Lalu,
Kuingat pada paruh waktu
Bukan masanya lagi membakar semesta
menjadi merah
Sebab diri ini hendak memperbaiki muasalnya

Di dada yang berkecamuk; padamu yang mengajarkanku
Manakala kucium tanganmu,
Lalu kusebut namamu sebagai guru
Aku kerap dicekam ujian yang tak ramah

Kini jarak aksa membentuk labirin pada raga,
Tak bersua dalam waktu yang lama
Tapi nasihat dari tutur katamu,
Akan aku rawat hingga menjelma menjadi bukti

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Riak-riak Cangkir Retak

Ibu ke Mana?

Ibu ke Mana?

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Diam

Diam

Bab 13. Serangan (Part 2)

Bab 13. Serangan (Part 2)

Antologi KompaK’O

Random image