Beranda / Genre / Fiksi Sejarah / 8. Evakuasi Tawanan

8. Evakuasi Tawanan

Khairuddin Barbarossa 1600x900
This entry is part 9 of 17 in the series Khairuddin Barbarossa

Saat petang menjelang malam, sehari sebelum Antuan ke Pulau Rhodes, Piri Reis mengusulkan untuk mengevakuasi semuanya menuju tempat yang lebih aman. Oruç Reis menunjukkan tempat di pesisir pantai tepat di balik tebing yang tinggi. Menurutnya, tempat itu paling aman untuk bersembunyi. Maka, seluruh yang ada di dalam gua dievakuasi ke pesisir pantai tersebut.

Di tengah samudra, Gülletopuk melihat kapal yang cukup besar dari arah berlawanan. Setelah mendekat, ternyata kapal milik Isabel berlayar menuju Pulau Rhodes. Gülletopuk melihat Isabel berada di paling depan kapal, sehingga ia mengetahui sosok perempuan yang memimpin kapal tersebut. Pada saat berpapasan, Gülletopuk mendekatkan kapalnya kepada kapal Isabel, dan ia segera loncat guna memberitahu kondisi yang tengah terjadi di Pulau Rhodes.

“Gülletopuk, bagaimana kondisi disana?” Tanya Isabel yang begitu penasaran.

“kondisi di Pulau Rhodes begitu mengejutkan, Isabel. Sebaiknya kita segera kesana.” Jawab Gülletopuk.

“Mengejutkan bagaimana, Gülletopuk? Lantas bagaimana kabar Oruç?” Tanya Isabel dengan perasaan cemas.

“Oruç Reis, dan saudara-saudaranya dalam keadaan baik, Isabel. Namun, banyak tawanan muslim dari Anatolia yang ditawan oleh Poseidon. Mereka diperbudak, bahkan ada pula yang dibunuh.” Jawab Gülletopuk.

“Ah! Antuan si penjahat. Baiklah, Gülletopuk kapal ini cukup untuk memuat banyak orang.” Kata Isabel.

“Nahkoda! Percepat pelayaran kita, bentangkan seluruh layar besar, kita dikejar oleh waktu.” Sambung Isabel.

Di pesisir Laut Aegea, Barbarossa bersaudara, dan Piri Reis sedang melakukan persiapan untuk keluar dari Pulau Rhodes. Mereka sedang mempersiapkan kapal untuk membawa para tawanan. Akan tetapi, karena kapal yang ada adalah kapal-kapal tempur—yang berukuran tidak terlalu besar, maka tidak akan cukup untuk membawa seluruh para tawanan. Sebab, selain senjata dan amunisi, kapal-kapalnya pun sudah dipenuhi dengan para pasukan. Maka, yang dibutuhkan oleh Barbarossa bersaudara dan Piri Reis adalah kapal dagang yang berukuran besar. Sementara, kapal dagang yang dipinjam Oruç Reis sedang dibawa oleh Gülletopuk untuk mengabarkan kepada Isabel.

Di Kastil Archangelos, Antuan menanyakan Enrico, dan kronologi yang telah terjadi di Pulau Rhodes kepada Giovanni. Lalu, Giovanni menjelaskan dengan perasaan campur aduk. Sedih dan menyesal karena tidak bisa menyelamatkan Enrico, dan senang karena menurutnya, ia sudah menghancurkan Barbarossa bersaudara. Mendengar hal itu, Antuan atau Poseidon sedih, dan marah.

“GIOVANNI…!!!, GIOVANNI…!!! Apakah kau tahu, tak ada mayat mereka disana.”

Antuan mengamuk. Hendak menyalahkan Giovanni, akan tetapi itu bukan kesalahannya. Dengan amarah yang membara, Antuan memberi perintah pada Giovanni.

“Sekarang, kau temui Antoine de Montpellier. Seorang arsitektur terkemuka di Prancis.”

Maka, Giovanni berangkat menuju Prancis bersama Radko. Sementara Antuan memerintahkan Komandan Marco untuk menyisir kembali seluruh Pulau Rhodes. Tanpa membuang waktu, Komandan Marco segera melaksanakan tugasnya bersama 20 prajurit

“Marco, jangan kau kembali tanpa menemukan mayat Oruç, dan saudara-saudaranya. Atau paling tidak kau temukan tanda untuk menemukan mereka.” Perintah Antuan, ketika Komandan Marco hendak melangkah.

“Baik, Tuan.” Jawab Komandan Marco patuh.

Kemudian, Antuan berdiam di Kastil Archangelos dan memerintahkan pasukannya yang tersisa kembali ke Kastil Utama. Sebagiannya diperintahkan untuk berjaga di Istana Grand Master. Sebab, disanalah jantungnya Pulau Rhodes yang membentuk Ksatria Rhodes.

Di pesisir Laut Aegea, Piri Reis sedang meneropong ke arah samudra, namun secara tak sengaja melihat 2 kapal besar sedang berlayar menghampiri mereka. Piri Reis mengenali kapal itu, dan berkata.

“Kapal Isabel telah datang.” Dengan sedikit girang.

Mendengar itu, Oruç Reis sedikit kaget.

“Kapal Isabel, Piri?” Sambil meminjam teropong milik Piri Reis.

“Bagaimana Gülletopuk secepat ini menjemput Isabel?” Tanya Oruç Reis heran.

Setelah beberapa lama, kedua kapal tiba, dan seluruh tawanan di evakuasi ke kapal yang ditumpangi Isabel.


Khairuddin Barbarossa

. Poseidon Kembali ke Pulau Rhodes . Rencana Dendam Poseidon/Antuan

Penulis

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *