Beranda / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Pernikahan Bukan Sekadar Berkeluarga Memenuhi Bumi, Melainkan… (Part 2)

Kehidupan Kristen: Pernikahan Bukan Sekadar Berkeluarga Memenuhi Bumi, Melainkan… (Part 2)

Kehidupan Kristen 20251120 (iStock)
3

Jika belum membaca, silakan baca bagian pertama di sini: https://kompako.web.id/2025/11/20/kehidupan-kristen-pernikahan-bukan-sekadar-berkeluarga-memenuhi-bumi-melainkan-part-1/

  • Bukan bermaksud menakut-nakuti, ketahuilah bahwa masalah dan perbedaan hingga ketidakcocokan akan selalu ada. Pernikahan ‘sempurna’ tanpa masalah malah akan terasa datar, ‘membosankan’ adanya. Penulis pernah membaca sebuah ilustrasi fiksi berjudul kurang-lebih ‘Pernikahan yang Sempurna’, berkisah mengenai sepasang suami istri yang sangat amat baik. Tidak pernah bertengkar atau berdebat, semua saling setuju saja alias terserah, suka-suka pasangan sajalah. Apa yang menjadi kebiasaan, apa jawaban pasangan atas segala pertanyaan, semua mudah ketebak. Gak pernah ada pemecahan masalah, minus huru-hara. Akhirnya bukan pernikahan langgeng happily ever, melainkan pasangan itu berpisah. “Kok bisa, bukannya enak dan nyaman, couple goals banget?” Belum tentu. Adanya perbedaan dan masalah justru menimbulkan dinamika yang harus disesuaikan dan diatasi bersama-sama. Bukan berlomba-lomba siapa paling benar alias berkompetisi, melainkan berkolaborasi. Keluarga bertumbuh kuat dan berbuah setelah melewati berbagai masalah dan perbedaan. Ibarat pohon yang kerap diterpa hujan dan angin badai, akarnya bertumbuh dalam tanah semakin dalam hingga tak mudah tercabut atau tumbang. Intinya, jangan takut pada masalah dan perbedaan dalam pernikahan, melainkan cobalah mengatasi bersama-sama.
  • Merasa ragu-ragu pada masa depan bersama pasangan (sebelum jadian dan atau menikah)?“Terusin pertemanan atau hubungan ini gak ya?” atau “Is she/he the one for me?” Apa kata orang lain tidak menentukan hubungan Anda berdua. Keluarga besar hingga sahabat boleh berpendapat apa saja, mereka bebas beropini hingga memberi nasihat. “Dia ‘mah gak cocok untuk kamu!” atau “Yakin, kamu mau sama dia? Dia ‘kan gini-gitu!” misalnya. Akan tetapi ingat, yang tahu segala kebenarannya hanya Tuhan dan Anda sendiri. Jangan tergantung atau mudah terpengaruh apa kata orang lain. Mendengar dan atau mempertimbangkan boleh-boleh saja, keputusan tetap di tangan Anda. Bawalah keraguan itu dalam doa, ikuti apa kata hati Anda plus mohon petunjuk dari Roh Kudus.
  • Menjalani enam belas tahun bersama pasangan, tidak selalu mudah mulus seperti jalan tol. Rahasia bersama kami bertahan adalah jatuh cinta setiap hari. Bukan dengan selfie-wefie ala selebriti atau sibuk pamer-pamer kemesraan, apalagi harus say I love you all the time, melainkan memelihara rasa hangat dalam hubungan. Apa yang masing-masing sukai dan sayangi dari pasangan, mengapa dia berbeda dan tidak akan tergantikan? Semua kenangan indah patut diingat dan dibawa dalam hati. Beberapa mindset indah berikut ini bisa Anda coba terapkan: Dia melengkapiku, dia memiliki segala kelebihan yang turut melengkapi kekuranganku. Dia bukan yang paling cantik/tampan di dunia, akan tetapi dia terbaik untukku.
  • Last but not least, pernikahan dan keluarga yang indah adalah rencana Tuhan yang paling indah. Keluarga tidak harus sempurna seperti dalam novel-novel atau drama; pasutri kaya-raya, cantik-tampan, plus anak-anak berprestasi luar biasa. Keluarga berbahagia jika Tuhan hadir, keluarga mampu bertahan menghadapi tantangan serta selalu ada damai sejahtera. Suasana tenang dan cair, ada keterbukaan, mampu tertawa bersama, menangis bersama, suka-duka bersama.

Kesimpulan: Bukan hanya demi mendapatkan keturunan/penerus, pernikahan adalah bersatunya sepasang pria-wanita dewasa yang saling mencintai dan berjanji untuk selalu bersama di dalam Tuhan. Usia pernikahan boleh bertambah, kasih sayang jangan berkurang. Peliharalah nyala api cinta dan kehangatan dalam keluarga. Bersyukurlah selalu serta doakanlah pasangan dan anak-anak setiap saat.

Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati.


Tangerang, hari ulang tahun pernikahan ke-16, 21 November 2025

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *