Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Sebelum 2025 Berlalu, Lihat Sejenak ke Belakang, Renungkan Kasih serta Kebaikan Tuhan!

Kehidupan Kristen: Sebelum 2025 Berlalu, Lihat Sejenak ke Belakang, Renungkan Kasih serta Kebaikan Tuhan!

Kehidupan Kristen 20251205 (iStock)
3

Tahun ini, 2025, barangkali bukan tahun terbaik dalam hidup. Bencana alam maupun bencana karena ulah manusia yang terjadi tahun ini tak bisa dibilang sedikit. Perang di berbagai belahan dunia belum juga berakhir. Apalagi masalah keluarga atau rumah tangga, hampir setiap hari ada kabar berita perceraian di media sosial atau media massa. Kebutuhan hidup semakin mahal harganya sementara badai PHK menjadi-jadi. Kita jadi mudah khawatir, resah gelisah, bahkan hampir-hampir kehilangan iman.

Inilah beberapa saja hal indah yang penulis sadari dan ingin bagikan agar bisa kita renungkan walaupun tahun 2025 mungkin ‘tak seindah drama Korea’:

  1. Tuhan tetap memelihara kita meskipun seringkali kita lupakan bahkan ingkari pemeliharaan-Nya. Masih merasa kurang dalam berbagai hal, belum bisa mencapai sukses seperti orang-orang lain, kalah dan gagal seakan-akan jadi santapan sehari-hari. Ingatlah bahwa setiap hari baru adalah pencapaian baru. Hidup kita jauh lebih berarti daripada piala dan penghargaan dari manusia, napas jauh lebih bernilai daripada deret digit saldo bank.
  2. Jika bagi kita hidup terasa sama saja setiap hari, datar membosankan, amatilah sejenak alam sekitar. Bisakah Anda mewarnai dengan hanya dua macam warna? Pola awan putih di langit biru selalu berbeda setiap hari. Setiap helai daun bahkan dari pohon yang sama tak ada yang sama, warnanya juga tak hanya hijau, melainkan tak terhingga hue hingga raster atau gradasinya. Motif atau pola bulu hewan-hewan lucu-lembut sama uniknya dengan sidik jari manusia. Belum lagi berlaksa-laksa spesies ciptaan-Nya, belum semuanya dapat diketahui dan diberi nama oleh manusia; dari makhluk renik, serangga-serangga di pulau terpencil hingga ikan-ikan di laut terdalam. Belum lagi batas-batas angkasa raya, siapa dapat mengetahuinya? Betapa tak terhingganya kebesaran dan kreativitas Tuhan! Jadi mengapa kita masih kerap merasa hampa, nyaris menyerah, bahkan kehabisan inspirasi?
  3. Apakah hal-hal negatif tak henti-henti diberitakan bahkan datang menerpa? Segala sesuatu ada masanya. Bahkan hujan deras atau angin badai kesulitan hidup tidak untuk selamanya. Air bah pernah turun menghanyutkan manusia-manusia di bumi kecuali Nuh dan keluarga. Seekor merpati datang membawa ranting berdaun hijau segar kepada Nuh. Tokoh-tokoh besar banyak yang bermasa lalu suram, seorang pendusta, bahkan berlumur darah (seperti Daud, Petrus hingga Paulus), akan tetapi kemudian diubahkan Tuhan kita luar biasa. Masih diberi kesempatan kedua hingga selanjutnya hingga kemudian kita mengenang mereka sebagai tokoh-tokoh Alkitab yang memorable.
  4. Apakah resolusi 2025 sudah terpenuhi? Apabila belum, ingatlah bahwa penyertaan Tuhan tidak hanya berhenti sampai penghujung tahun ini. Berbeda dengan deadline pekerjaan atau masa kedaluarsa makanan-minuman, janji-Nya tetap sama dari dulu, sekarang sampai selamanya. Di tahun 2026, tetaplah berjalan bersama-Nya dengan penuh keyakinan.
  5. Resolusi 2025 penulis adalah ingin lebih banyak menulis untuk Tuhan; opini dan kesaksian pribadi yang benar-benar dialami sejak puluhan tahun silam dan dirasakan luar biasa. Memang harus diakui, menulis untuk Tuhan tidak ada cuannya alias mode gratisan, sukarela, siapa saja boleh membaca dengan cuma-cuma. Akan tetapi manfaat dan berkat-Nya nyata; doa-doa terjawab, penyakit disembuhkan-Nya, keluarga diubahkan jadi lebih baik, selalu ada damai sejahtera di rumah kami, dilindungi Tuhan dari marabahaya, serta masih banyak lagi. Rindukah Anda mengalami semua itu, bahkan lebih luar biasa? Tuhan kita adalah Tuhan yang nyata serta sanggup bekerja dalam hidup asal kita berserah kepada-Nya.

Semoga bermanfaat dan selamat menyongsong tahun 2026 dengan penuh pengharapan.

Tangerang, 4-5 Desember 2025

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Ibu ke Mana?

Ibu ke Mana?

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Diam

Diam

Bab 13. Serangan (Part 2)

Bab 13. Serangan (Part 2)

Cinde Lara: Bab 27

Cinde Lara: Bab 27

Antologi KompaK’O

Random image