Beranda / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Saat Ditimpa Sakit atau Kesulitan, Apa atau Siapa yang Anda Ingat?

Kehidupan Kristen: Saat Ditimpa Sakit atau Kesulitan, Apa atau Siapa yang Anda Ingat?

Kehidupan Kristen: Saat Ditimpa Sakit atau Kesulitan, Apa atau Siapa yang Anda Ingat?
3

Saat kita atau anggota keluarga jatuh sakit, seringkali yang kita pertama kali ingat adalah obat biasa ada di mana? Dokter hari ini buka gak ya? Boleh-gak boleh makan apa? Dan sebagainya. Begitu pula jika tiba-tiba ada masalah, yang kita inginkan adalah solusi. Kalo begini ya harus begitu baru kelar, atau kira-kira siapa yang bisa bantu saya, ya? Yang kita inginkan adalah jalan keluar, pemecahan, garis akhir. Butuh uang, solusinya adalah dapat uang. Ingin sembuh atau masalah terselesaikan. Pokoknya segalanya dimudahkan. Namun ironis, kita enggan mengalami sakit, enggan menikmati perjalanan masalah menuju usai.

Bukannya tidak boleh ingin segera sembuh seperti dalam iklan di televisi. Bukannya gak bener jika rindu masalah kelar supaya hati tenang, semua senang. Akan tetapi sering terjadi, jika kesembuhan itu tidak kunjung tiba atau masalah itu belum diizinkan Tuhan selesai, kita akan mudah lelah, kecewa bahkan berkata Tuhan tidak baik.

  1. Saat kita sakit atau tubuh lemah, ingatlah pada kisah-kisah indah di dalam Injil. Orang buta dicelikkan, orang lumpuh berdiri dan berjalan lagi, bahkan orang mati dibangkitkan. Bukan karena tabib-dokter, bukan pula karena obat-obatan. Kira-kira, siapa yang sanggup melakukan semua itu? Yesus Kristus Yehova Rapha, Tuhan dan Juruselamat! Apakah hanya untuk ‘yang beruntung’ hidup pada zaman-Nya melangkah di dunia saja? Tentu saja tidak!

    Kita juga bisa kok, seperti orang-orang itu! Caranya bagaimana, Yesus ‘kan udah gak ada di dunia lagi secara fisik? Nah, karena Yesus Tuhan kita maha hadir di mana saja dan maha mengetahui segala sesuatu termasuk rasa sakit kita, panggillah nama-Nya. Pejamkan mata dan bayangkanlah Dia ada di depan Anda saat ini. Kejarlah Dia. Jamahlah jumbai jubah-Nya. Jangan malu memanggil nama-Nya, “Yesus, Anak Allah, sembuhkanlah aku!”
  2. Saat kita dalam masalah (besar atau kecil), apapun itu, ingatlah bahwa solusi bukan tujuan yang harus dikejar secara luar biasa. Idiom dunia saja mengatakan go with the flow alias ikuti saja arusnya. Masalah ibarat perjalanan yang baru saja dimulai. Mungkin bukan perjalanan ala traveling alias healing-healing ke objek wisata dalam-luar negeri, melainkan perjalanan menuju solusi. Barangkali ibarat labirin, kita harus mencari jalan keluar. Dengan segala lika-liku serta jalan buntu yang kerap dialami, tidak mudah serta-merta menemukan exit. ‘Salah pilih’ saat berada di persimpangan kerap terjadi dan itu bukan semata-mata salah kita! Kadang Tuhan memberikan plot twist yang kita tak tahu mengapa, God, why me? Akan tetapi keruwetan labirin kita adalah jalan lurus bagi-Nya.

    Apa yang dapat menuntun kita keluar dari labirin itu? Harapan! Harapan bukan hanya mudah-mudahan, semoga, sebuah kata yang sekadar kepasrahan. Harapan, sekecil apapun, bagaikan bintang Natal bersinar di langit. Kabut atau awan mendung ketidakpercayaan kita kerap menghalangi pandangan. Tetap kejar harapan itu dan temukanlah kandang kecil di Betlehem, Yesus yang lahir sebagai bayi Natal. Dia tidak langsung turun dari Surga atau tumbuh besar dalam sekejap, akan tetapi Dia dipersiapkan bagi kita! Sama seperti perjalanan menuju exit solusi, jalan-Nya pun tidak instan. Dalam proses atau perjalanan selama atau sepanjang apapun, tetaplah optimis dan berdoa senantiasa.
  3. Berhasil tiba pada solusi atau ending, akhirnya keluar dari labirin itu, namun belum puas atau tidak sesuai ekspektasi? Kita selalu ingin juara 1, 2, 3 tapi enggan dapat juara harapan 1, 2, atau 3. Juara harapan bukan sekadar juara atau pemenang hadiah hiburan saja, melainkan ada harapan suatu saat nanti dapat lebih baik lagi. Juara harapan juga sebuah prestasi atau pencapaian, bukan berarti masih kurang dibandingkan yang sudah juara 1 hingga 3.

Saat kita sakit atau mengalami masalah, ingatlah kepada Tuhan sebagai tujuan dan harapan kita satu-satunya. Pencapaian atau ending-nya barangkali belum sesuai ekspektasi, belum tiba di puncak. Saatnya mencoba lagi, berdoa lagi, berusaha lagi. Harapan selalu ada bukan saat Natal saja melainkan setiap kita menatap ke langit. Bintang-Nya bercahaya dalam kegelapan malam, menuntun kita kembali ke kandang di Betlehem itu.

Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati.


Tangerang, 8 Desember 2025

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *