Siapakah ia menatapmu saban hari
setiap waktu
tiap detik yang bergelantungan di jam
dentang loncengnya membunyikan aba-aba
kini, nanti
menyentak nyawa
tidak
bukan engkau yang terhenyak
melainkan sanak
manakala corong loudspeaker berteriak-teriak
nadimu henti detak
siapakah ia menatapmu seusai misi selesai
bukan penguasa negeri adidaya menculik presiden Venezuela
saat ini kerabatmu ia renggut
kamu, aku, dan kita
diintai tanpa lalai
suatu hari broadcast pesan menyapa
tanpa memekikkan suara
memekakkan telinga
namun tetap sama mengejutkan dada
tersebutlah nama dalam berita duka cita.
Bogor, 6 Januari 2026









