Beranda / Topik / Humaniora / Idealisme yang Lupa Pada Naluri

Idealisme yang Lupa Pada Naluri

Idealisme yang Lupa Pada Naluri
2

Cermin berpigura sinema
lintas budaya langgar batas negara
meretas agama, antarbangsa, melampaui peta
berparas berbeda namun sama saja
hanya soal tata cara
apik kalau ditulis tajuk rencana

pada belahan timur menggambarkan rupa
bencana karena bertamunya pihak ketiga
pada celah tirai bambu terkuak cerita
gemuruh sebab krisis ekonomi
pada sudut hutan belantara kota
pernak-pernik problem ekawarna
apatah kamu belum juga percaya?

kebahagiaan bisa diperjualbelikan
jangan berdebat dahulu tentang doa dan harapan
bukankah kesakralan berbingkai norma tak pernah absen mengusungnya

lihatlah satwa yang kan jinak
pada siapa makanan dijanjikan
dihidangkan
disuapkan sampai menyodok kerongkongan

lihatlah berapa banyak betina beralih pandangan
pada kemilau bergelimangan
hati patah bergelimpangan
bangunan roboh mangkrak menjadi reruntuhan

naluri selalu ingat hakikatnya
nurani melengser ke nomor dua
slogan-slogan sebatas semboyan

Bogor, 10 Januari 2026

Penulis

  • Wijatmoko Bintoro S

    Wijatmoko berasal dari Magelang yang merantau dan menjadi penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wijatmoko telah membuahkan sepuluh buku karya tunggal bergenre prosa, puisi, dan pantun. Beberapa tulisannya sempat tersimpan di sebuah blog pribadinya yang gagal dimasuki karena dia kehilangan kuncinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *