Judul Buku: Bulan Jatuh di Tempat yang Jauh
Penulis: Wijatmoko Bintoro Sambodo
Penerbit: Pimedia
ISBN: 978-623-6426-56-0
Desain Sampul: Tim Pimedia
Tata Letak: Tim Pimedia
2026
Jika di antologi puisi sebelumnya, Wijatmoko lebih banyak menuangkan perasaannya atas kegelisahan dan kesedihan karena kehilangan, di buku BULAN JATUH DI TEMPAT YANG JAUH ini rupanya penulis mulai melupakan kesedihannya itu.
Lebih tepatnya sudah bisa berdamai dengan hati dan merelakan apa yang menjadi titipanNya. Di buku ini muncullah rasa empati yang luar biasa tinggi. Tidak hanya itu, kehilangan yang sempat membuatnya patah hati justru telah melahirkan empati luar biasa lewat goresan kata-katanya.
Kesedihannya melihat bencana dan akibat yang ditimbulkan, serta beberapa peristiwa-peristiwa yang sempat menggoyahkan kerapuhan hatinya, tergambar apik di sini. Harapan dan juga asa kepada rakyat jelata tertoreh di salah satu puisi dengan sudut pandang sosial yang cukup kompleks dengan judul Transformasi,Cinta Sepahit Madu Semanis Mimpimu adalah puisi dengan gaya esai realitas tanpa meninggalkan kesan metafora yang ada.
Kumpulan-kumpulan puisi kali ini menunjukkan sosok barunya yang mulai tenang meskipun luka kehilangan sesuatu yang kita cintai itu masih membekas.
Dari pengamatan saya pribadi, Bulan Jatuh di Tanah yang Jauh adalah metafora dari impian yang ingin diraih setiap hamba yang merasa rapuh dan ingin kembali tanpa mengesampingkan masa lalu sebagai pembelajaran.
Kelebihan buku: Puisi esai yang ditulis di sini dipoles secara sederhana tapi penuh makna. Kritik sosial yang ada serta beberapa satire kepada pemerintah terasa.
Kekurangan buku: Sebaiknya ditambah lagi dengan beberapa puisi dengan tema pendidikan untuk melengkapi isi buku yang sebagian besar merupakan gambaran psikologis dan keadaan sosial.
Temanggung, 13 Agustus 2026, 19.30








