Home / Topik / Seni Budaya / Novel Berbahasa Daerah, Sesuatu Banget

Novel Berbahasa Daerah, Sesuatu Banget

Novel Berbahasa Daerah, Sesuatu Banget
1

Pernahkah tebersit dalam benak Anda untuk menerbitkan  suatu cerita dalam bahasa daerah asal Anda? Saya yakin, pastilah ada keinginan untuk itu.

Bahasa daerah sebagai salah satu aset bahasa nasional memiliki keistimewaan tersendiri. Bagaimana tidak? Bahasa daerah atau bahasa ibu adalah bahasa identitas yang melekat pada diri tiap suku yang ada di Indonesia. Bayangkan! Jika tiap provinsi di Indonesia ada penulis yang menulis cerita dalam bahasa daerah mereka, betapa kaya nya keragaman negeri kita ini. Mereka tidak hanya menulis, tetapi juga memperkenalkan adat budaya lewat cerita-cerita yang mereka tuliskan, sebagai sarana penghubung kebudayaan antar anak bangsa.

Tidak hanya pada identitas lokal maupun nasional, bahkan bisa juga menuju identitas internasional yang melekat dan membanggakan bagi negara.

Sebagai contoh, saya tengah menggarap beberapa cerita dengan menggunakan bahasa daerah, dalam hal ini murni  menggunakan bahasa daerah saya, yaitu Jawa Tengah dengan dialek campuran. Ada juga rencana cerita yang saya tulis menggunakan bahasa campuran, bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang terinspirasi beberapa tahun silam dari calon presiden Suriname keturunan Banyumas.

Hal ini memantik  jiwa saya untuk terus berekspresi dan mengembangkan pengetahuan dari  beberapa hal yang saya ketahui tentang negara tersebut. Namun, lagi-lagi, peranan bahasa daerah menegang kendali kuat karena di sinilah letak identitas budaya daerah diperhatikan.

Seorang penulis yang berani mengambil langkah untuk menulis dalam bahasa daerah adalah pejuang literasi dan aksara sejati yang ingin melestarikan warisan leluhur mereka dalam bentuk karya nyata. Mereka yang memiliki cinta sesungguhnya kepada pengetahuan yang takkan pernah lekang  ditelan zaman.

Tantangan menulis dalam bahasa daerah sangatlah besar, karena untuk menerjemahkan ke dalam  bahasa nasional harus menggunakan padanan kata yang mudah dipahami.

Justru dengan begitu, makin mengasah kemampuan untuk mempelajari budaya dan bahasa daerah yang menjadi aset budaya nasional. Menulis cerita dalam bahasa daerah adalah wujud nyata cinta tanah kelahiran dalam torehan karya.

Temanggung, 9 Desember 2025 12.20

Penulis

  • Fidele Amour

    Fidèlé Amour adalah nama pena dari wanita kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, berzodiak Libra. Memiliki hobi belajar bahasa asing, mendalami huruf-huruf Jawa dan bahasa Jawa sebagai wujud dukungan terhadap program Revitalisasi Bahasa Daerah. Gemar menulis artikel, puisi, cerpen, dan cerbung, terutama cerpen dan cerbung berbahasa Jawa. Telah menerbitkan beberapa karya solo dan antologi berbagai genre.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Antologi KompaK’O

Random image