Pernahkah tebersit dalam benak Anda untuk menerbitkan suatu cerita dalam bahasa daerah asal Anda? Saya yakin, pastilah ada keinginan untuk itu.
Bahasa daerah sebagai salah satu aset bahasa nasional memiliki keistimewaan tersendiri. Bagaimana tidak? Bahasa daerah atau bahasa ibu adalah bahasa identitas yang melekat pada diri tiap suku yang ada di Indonesia. Bayangkan! Jika tiap provinsi di Indonesia ada penulis yang menulis cerita dalam bahasa daerah mereka, betapa kaya nya keragaman negeri kita ini. Mereka tidak hanya menulis, tetapi juga memperkenalkan adat budaya lewat cerita-cerita yang mereka tuliskan, sebagai sarana penghubung kebudayaan antar anak bangsa.
Tidak hanya pada identitas lokal maupun nasional, bahkan bisa juga menuju identitas internasional yang melekat dan membanggakan bagi negara.
Sebagai contoh, saya tengah menggarap beberapa cerita dengan menggunakan bahasa daerah, dalam hal ini murni menggunakan bahasa daerah saya, yaitu Jawa Tengah dengan dialek campuran. Ada juga rencana cerita yang saya tulis menggunakan bahasa campuran, bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang terinspirasi beberapa tahun silam dari calon presiden Suriname keturunan Banyumas.
Hal ini memantik jiwa saya untuk terus berekspresi dan mengembangkan pengetahuan dari beberapa hal yang saya ketahui tentang negara tersebut. Namun, lagi-lagi, peranan bahasa daerah menegang kendali kuat karena di sinilah letak identitas budaya daerah diperhatikan.
Seorang penulis yang berani mengambil langkah untuk menulis dalam bahasa daerah adalah pejuang literasi dan aksara sejati yang ingin melestarikan warisan leluhur mereka dalam bentuk karya nyata. Mereka yang memiliki cinta sesungguhnya kepada pengetahuan yang takkan pernah lekang ditelan zaman.
Tantangan menulis dalam bahasa daerah sangatlah besar, karena untuk menerjemahkan ke dalam bahasa nasional harus menggunakan padanan kata yang mudah dipahami.
Justru dengan begitu, makin mengasah kemampuan untuk mempelajari budaya dan bahasa daerah yang menjadi aset budaya nasional. Menulis cerita dalam bahasa daerah adalah wujud nyata cinta tanah kelahiran dalam torehan karya.
Temanggung, 9 Desember 2025 12.20











