Home / Topik / Lifestyle / Menjadi Penulis: Cintai Novel Anda, Tapi Jangan Biarkan Dia Menguasai Hidup Anda

Menjadi Penulis: Cintai Novel Anda, Tapi Jangan Biarkan Dia Menguasai Hidup Anda

Menjadi Penulis 20260106
2

Menulis itu sangat menyenangkan, tetapi terkadang bisa berubah menjadi obsesi. Sangat normal untuk mengalami hari-hari buruk—atau bahkan bulan yang buruk—ketika kita merasa membuang waktu atau tidak mencapai apa pun. Bahkan normal untuk membuang seluruh ide menulis dan mengabaikannya untuk sementara waktu. Tetapi jangan biarkan pencarian untuk publikasi membuat diri Anda menjadi pahit getir. Selain tidak sehat secara emosional, hal itu sebenarnya dapat merusak penulisan.

1. Aku Sangat Menyukai Cerita Ini

Segala sesuatu dalam batas wajar lebih dari sekadar klise, itu adalah aturan yang baik untuk dijalani—dan ditulis. Secara alami, penulis cenderung menyendiri, bergaul dengan orang-orang imajiner dan membenamkan diri dalam dunia kita sendiri. Ada baiknya kita keluar dan melihat “kehidupan” yang selalu kita tulis. Dan ketika kita tidak melakukannya? Nah, berikut beberapa hal yang telah menyabotase banyak penulis.


2. Izinkan Aku Bercerita Tentang Bukuku

Itulah yang selalu Anda pikirkan, jadi itulah yang selalu Anda bicarakan. Setiap hari, sepanjang waktu. Selain berpotensi mengganggu teman dan keluarga, kalau Anda tidak pernah benar-benar menulis buku itu, Anda tidak akan pernah mencapai apa pun. Anda tidak bisa menjual ide kepada penerbit, Anda membutuhkan kata-kata yang mengeksplorasi ide-ide tersebut. Duduklah dan mulailah menulis. Percayalah, sebagai penerbit, aku punya teman “penulis” yang tiap bertemu dengan penuh semangat memaparkan buku yang akan ditulisnya secara rinci, tanpa pernah menunjukkan satu halaman pun buku yang ditulisnya. Dan ini sudah berlangsung selama tiga tahun.

3. Tidak, Tunggu! Belum Siap

Anda memiliki sebuah buku, tetapi Anda terus mengutak-atiknya, merevisi setiap baris, memikirkan ulang setiap plot. Anda terlalu khawatir untuk membuatnya sempurna sehingga Anda tidak pernah “menyelesaikannya”. Jika Anda ingin menjual sebuah novel, Anda harus mengirimkannya. Jika yang Anda lakukan hanyalah mengubah satu atau dua kata, Anda sudah siap. Kirimkan dan mulailah novel berikutnya.


4. Bukuku Keren, lho!

Di sisi lain, ada mereka yang sangat mencintai kata-kata mereka sehingga mereka tidak merasa perlu mengubah satu kata.pun. Meskipun ada beberapa penulis langka di luar sana yang dapat menulis draf pertama yang sempurna, kemungkinan besar itu bukan Anda. (Terutama mungkin jika Anda mendapatkan penolakan.)

 Menulis adalah menulis ulang, dan bahkan para penulis hebat pun membutuhkan waktu untuk memoles dan merevisi karya mereka. Sukai ceritanya sesuka Anda, tetapi ingatlah bahwa kata-kata untuk menceritakan kisah itu dapat berubah sesering yang dibutuhkan. Revisi adalah teman Anda.


5. Mereka Tidak Tahu Novel yang Bagus Waktu Melihatnya

“Mereka” bisa siapa saja, mulai dari teman, agen, hingga editor, tetapi mereka semua memiliki satu kesamaan: mereka tidak menyukai novel Anda sebanyak Anda. Bahkan jika ceritanya sebagus yang Anda pikirkan.

Kalau tidak ada orang lain yang melihatnya, ada yang salah. Tulisan Anda mungkin belum mencapai level profesional, atau Anda belum menuangkan semua yang ada di kepala Anda ke lembar halaman. Jangan salahkan orang lain karena tidak mengenali apa yang hebat dari karya Anda. Masuklah ke sana dan pastikan itu jelas bagi setiap orang yang membacanya.


6. Mengapa Tidak Ada yang Menyukaiku?

Anda menyukai novel Anda, begitu pula rekan-rekan kritikus dan teman-teman, tetapi agen dan editor tampaknya tidak memiliki rasa suka yang sama. Ini mungkin yang paling membuat frustrasi, karena Anda benar-benar percaya pada cerita yang telah Anda kerjakan dengan susah payah. Kenyataan pahitnya adalah, Anda bisa memiliki novel yang bagus tetapi tetap tidak bisa menjualnya.

Dengan begitu banyak penulis di luar sana yang memiliki novel bagus, sebuah novel harus luar biasa untuk menonjol. Kalau buku yang Anda sukai tidak laku di mana pun, mulailah yang baru. Percayalah, aku tahu dari pengalaman betapa sulitnya ini, tetapi aku juga tahu bahwa aku tidak akan bisa menerbitkan buku hari ini kalau aku tidak lanjut menulis.

Aku masih menyukai novel pertamaku dan berharap suatu hari nanti dapat menemukan cara untuk membuat orang lain juga menyukainya, tetapi aku tidak bisa membiarkannya menghambatku lebih lama lagi. Jika Anda berada di posisi ini, lepaskan cerita itu, dan keluarlah dan temui teman-teman penulis baru. Anda juga akan menyukainya.


7. Cerita Fiksi Adalah Tentang Kehidupan, Bukan Pengganti Kehidupan

Tidak ada yang salah dengan mencintai apa yang kita lakukan, tetapi sebagai penulis, kita perlu mampu menghidupkan tokoh. Kalau kita tidak pernah mengalami kehidupan, akan sulit untuk menggambarkannya dengan baik. Inspirasi ada di sekitar kita, tetapi kita perlu keluar dan membiarkannya menghajar kita. Menulis dapat menjadi bagian besar dari hidup Anda, tetapi jangan biarkan itu menjadi segalanya dalam hidup Anda.

Biarkan itu menjadi sesuatu yang Anda sukai, bukan sesuatu yang mencegah Anda melakukan hal lain.

Jawa Barat, 6 Januari 2026

Penulis

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Antologi KompaK’O

Random image