(Tulisan berikut adalah kelanjutan dari Renungan Awal Tahun: Bekal untuk Perjalanan 2026, Apa Saja Perlu Kita Bawa? (Part 1), silakan dibaca terlebih dahulu).
Bekal hari ini akan lebih banyak membahas tentang masa depan. Semua orang memiliki masa lalu dan masih berada di masa kini, akan tetapi waktu terus berjalan dan kita memerlukan pengingat/guide dalam perjalanan hidup agar lebih mampu dan siap menjalani masa depan.
4. Apakah Anda termasuk pengguna internet/dunia maya yang aware dengan penggunaan AI (artificial intelligence / kecerdasan buatan)? Beberapa tahun belakangan penggunaan AI generatif dan chat semakin marak dan tak terbendung, digunakan untuk membantu pekerjaan, memberi manfaat positif maupun hanya iseng-iseng mencobanya belaka. Kita tidak selalu perlu mengkritik secara negatif maupun sebaliknya, mendukung penuh atau malah bersikap kurang bijak, memanfaatkan keberadaan AI sesuka hati hanya karena FOMO dan masih cuma-cuma/gratis. Mengapa disarankan tidak bersikap terlalu pesimis bahkan antipati pada keberadaan/penggunaan AI? AI juga bisa bermanfaat dalam hal-hal yang baik selama penggunanya bisa mengendalikan diri serta tahu batasan-batasan. Banyak juga manfaat positif penggunaan AI, misalnya membantu membuatkan ilustrasi artikel atau gambar sebuah cerita (selama misalnya tidak menyalahi etika/norma, tidak menjiplak karya orang lain). Yang perlu diwaspadai adalah penggunaan AI untuk hal-hal negatif seperti membuat foto/video hoaks, informasi dan berita palsu, karya seni plagiat, AI slop (konten AI yang melimpah, bombastis, namun tidak punya manfaat nyata) dan sebagainya. Pada tahun 2026 ini dan seterusnya, besar harapan penulis agar kita jangan terlalu mudah percaya pada segala sesuatu yang beredar di internet.
5. Apakah Anda tahu kasus viral seorang lansia yang ditolak saat ingin membeli roti dengan uang tunai karena toko roti hanya menggunakan metode transaksi non tunai? Penggunaan uang tunai semakin dibatasi dengan berbagai alasan; antara lain demi kepraktisan, kebersihan (misalnya di restoran/kafe), hingga mengurangi peredaran uang palsu. Transaksi non tunai marak diberlakukan di berbagai gerai dan tempat. Di sini bukan masalah metode pembayaran yang ingin penulis bahas, melainkan kesiapan kita menerima penggunaan teknologi. Suka atau tidak, sebaiknya kita mempelajari cara transaksi selain dengan uang tunai (seperti penggunaan QRIS dan semacamnya). Bukan karena khawatir (FOMO) atau rasa takut dianggap ketinggalan, gaptek, melainkan agar kita tidak mudah tertipu serta lebih terbuka pada kemajuan zaman. Tak harus jadi genius atau berpendidikan tinggi dulu, punya sekadar pengetahuan umum jauh lebih baik daripada gak tahu apa-apa atau ‘gelap’ sama sekali.
6. Terakhir namun bukan paling akhir, apakah setiap pergantian tahun (tahun baru) membawa harapan/rasa optimis akan masa depan, atau malah membuat kita takut? Kondisi dunia memang sedang tidak baik-baik saja, kasih semakin dingin, bumi semakin tak layak ditinggali. Coba bayangkan apabila semakin banyak orang sadar dan peduli untuk ‘menyembuhkan’ alam, berhenti bertikai, memulihkan cinta kasih serta perdamaian. Jangan berharap atau tunggu banyak orang bertindak dulu sedangkan ‘saya nanti saja’. Janji hingga aksi memperbaiki masa depan dimulai dari diri sendiri. Satu demi satu, mari bersama-sama mulai bertindak, semoga hari esok menjadi lebih baik.
Tahun boleh silih berganti, bekal perjalanan hidup setia menemani. Apakah Anda juga punya bekal berharga yang takkan habis dibagikan? Silakan tambahkan pada kolom komentar atau bagikan tulisan ini kepada sesama yang membutuhkan.
Semoga bermanfaat, selamat menjalani tahun 2026 dengan semangat baru dan penuh pengharapan.
Tangerang, 6 Januari 2026











