Home / Non Fiksi / Opini / Kehidupan Kristen: Terhubung dengan Tuhan Bukan Hanya Lewat (Kata-Kata) Doa, Melainkan dengan Iman Percaya!

Kehidupan Kristen: Terhubung dengan Tuhan Bukan Hanya Lewat (Kata-Kata) Doa, Melainkan dengan Iman Percaya!

Kehidupan Kristen 20160420
2

I believe in magic.” ulangilah kalimat itu tiga kali, maka sekitar pohon besar di tengah hutan ‘angker’ itu akan berubah jadi sebuah dunia magis penuh keajaiban. Tentu saja hanya dalam fiksi, sebuah film fantasi viral yang terinspirasi dari karya Enid Blyton, pengarang favorit masa kecil penulis.

Jika anak-anak dalam film The Faraway Magic Tree saja percaya pada magic alias ‘sihir’, lantas mengapa kita tidak percaya kepada Tuhan? I believe in God. Tidak perlu tiga kali dulu baru Tuhan ‘muncul’. Tidak perlu menggosok lampu ajaib agar keluar Jin Biru seperti dalam film Aladdin. Tuhan selalu ada di mana saja, El Roi, mata-Nya mengawasi senantiasa.

Namun doa saja belum cukup. Kita bisa berdoa selaksa kali dalam sehari, mumble-mumble, humming-humming, tapi jika hanya diucapkan tanpa dipercayai, tanpa diyakini, tanpa iman, sayang sekali, semua kata-kata berlimpah itu berlalu sia-sia.

Ibarat seseorang bisa bilang, “Saya percaya jika ada aliran listrik, lampu pasti (bisa) menyala!” Bahkan di mana-mana menyebutkannya berkali-kali kepada semua orang. Namun apabila orang itu tidak mau/lupa menekan tombol atau saklar on, maka lampu tidak akan menyala meskipun listriknya ada.

Demikian pula halnya dengan doa. Jika hanya dibaca, dihafalkan, diserukan di mana-mana bahkan diulang-ulang, tapi imannya zonk alias hampa, maka tidak akan terjadi apa-apa. Dalam hati masih ada keraguan, ‘ah, apa benar? Rasanya udah doa berkali-kali, berhari-hari, bertahun-tahun, kok gak ada perubahan berarti. Dunia masih seperti biasanya. Hati orang yang saya doakan itu masih sekeras batu, kata-kata dan perbuatan saya sesering dan sebaik apapun belum mampu melunakkannya. Penyakit saya juga belum sembuh. Tuhan itu sepertinya gak ada, deh. Pindah ke lain server aja, ah.’ Tunggu dulu! Tuhan kita adalah server yang sudah terbukti, alamat yang tepat, jadi mengapa cari yang lain? (Cie, seperti iklan aja.) Jadi, apa yang salah? Doa harus disertai iman sebagai afirmasi dan konfirmasi.

Iman bukan masalah takaran atau ‘ukuran’-nya (luar biasa besar seperti gunung atau planet). Iman yang kecil, muda, baru, iman yang tumbuh dari keinginan/kerinduan ibarat cinta pertama, bahkan cinta sejati. Bayangkan saat sedang naksir seseorang saat masih belia.Dimabuk asmara, jatuh cinta dengan lawan jenis aja bisa membuat segalanya ‘berubah indah’; hujan rintik-rintik jadi musik plus buat suasana tambah syahdu, aroma kopi saset aja jadi lebih nikmat serasa ngopi cantik di kafe, maka mengapa tidak ‘jatuh cinta dengan Tuhan’? Jatuh cintalah kepada-Nya setiap hari, maka imanmu akan tumbuh. Doa-doamu mungkin lama terjawab, namun semuanya sampai kepada-Nya. Seperti penulis pernah tuliskan di sebuah postingan terdahulu, jika Tuhan punya WA, maka pesan kita di WA-Nya selalu centang biru dua, dibaca semua oleh-Nya, tidak pernah ter-pending. Tugas kita selesai, kecuali satu; tunggulah dengan penuh kesabaran.

Apakah waktu kita belum juga tiba? Apakah doa dan usaha kita selama ini terasa belum cukup? Jangan jemu berdoa, jangan berhenti berharap, jaga asa agar tetap menyala. Ingatlah kembali semua anugerah, penyertaan Tuhan yang selama ini sudah diterima. Jika lupa atau bingung apa saja, ingatlah bahwa hela-embus napas yang masih dipercayakan-Nya hingga saat ini juga adalah jawaban doa dan atas kehendak-Nya. Semoga doa kita selalu disertai dengan iman, seberapapun iman kita saat ini. Semoga segera terjawab sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya.

Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.


Tangerang, 20 April 2026

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image