Begitu banyak nama panggilan dan sebutan mesra dan indah bagi Tuhan kita temukan dalam Alkitab, tentu sebagian besar sudah sering dibahas di kebaktian atau persekutuan. Akan tetapi masih banyak anak Tuhan belum dapat membuktikan atau mengimplementasikannya dalam hidup sehari-hari. Rasanya Tuhan jauh, tidak terkoneksi dengan kita, dan sebagainya. Banyak yang undur diri bahkan log off karena tidak berhasil ‘mencapai Tuhan’ atau mengalami indahnya lahir baru. Padahal tidak sukar menemukan Tuhan jika kita mau belajar membuka hati dan mengubah mindset kita.
Inilah beberapa opini pribadi penulis berdasarkan doa-doa yang sudah dipanjatkan dan terjawab, semoga bisa memberi inspirasi dan kekuatan.
1. Yehova Rapha
Apakah Anda rindu untuk disembuhkan? Kita tahu bahwa Yesus sudah banyak membuat mukjizat kesembuhan; yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, bahkan orang mati bangkit. Apakah rindu mukjizat yang sama terjadi pada kita? Inilah beberapa kalimat afirmasi penulis, tentunya bisa diubah sesuai situasi dan kondisi masing-masing:
“Kesehatanku bukan milikku, aku sehat bukan karena aku kuat atau hebat, melainkan karena diriku ada dalam tangan-Mu.”
“Tuhan, barangkali Engkau tidak menyembuhkanku dalam sekejap mata, bukan seperti event mukjizat para pendeta ternama di kebaktian-kebaktian kebangunan rohani, melainkan sedikit demi sedikit setiap hari. Perlahan namun pasti. Saat aku lelah, dalam istirahatku Kau pulihkan aku. Saat aku merintih kesakitan, Tuhan mendengarku, lalu melepaskan jeratan yang membelengguku. Saat aku tidur, Tuhan ‘memperbaikiku’. Ketika aku terbangun, aku merasa lebih baik, hingga mampu bersyukur lagi dan lagi. Imanku yang kecil semakin bertumbuh.”
“Kelemahanku dan sakitku bukan untuk menjadikanku marah-marah atau bahkan pasrah atau menyerah, melainkan agar aku mencari Tuhan dan terus berharap kepada-Nya.”
2. Providentia Dei (Yehova Jireh)
“Bukan gajiku atau atasanku akan dan sanggup memenuhi kebutuhanku, melainkan anugerah Tuhan semata-mata. Dia punya selaksa cara untuk mencukupiku.”
“Bukan karena talenta atau pekerjaanku, keluargaku bisa cukup makan, minum dan pakai, melainkan kemurahan Tuhan serta waktu dan kesempatan yang masih Dia berikan agar aku menggunakan talentaku.”
“Segala sesuatu di alam semesta ini milik Tuhan, lalu mengapa aku seringkali masih bersikap bodoh, mengeluh, merasa miskin dan kekurangan? Aku tak meminta kepada manusia, aku meminta kepada Tuhan.”
3. El Roi
“Setiap mata adalah mata-Nya Tuhan. Dia Maha Melihat, Maha Memandang, Maha Mengetahui. Setiap mata burung-burung kecil di udara, matahari bahkan bulan dan bintang-bintang Dia pakai untuk mengawasi kita. Dia tak pernah kekurangan cara dan metode. Betapa hebat CCTV-Nya Tuhan!”
“Tak hanya Maha Melihat, Tuhan juga Maha Mendengar. Dia tidak punya kamera mata-mata, tidak punya pembisik atau bahkan ‘asisten pribadi ala malaikat’ seperti dalam imajinasi banyak orang, namun Dia tidak pernah tertidur. Telinga-Nya mendengarkan. Mendengar (to hear) saja tidak sama dengan mendengarkan (to listen). Not only He hears, He listens! Tidak seperti manusia yang punya dua telinga namun sering pura-pura tidak bisa mendengar, Tuhan bisa mendengar bisik paling lirih hingga suara hati.”
Masih banyak lagi nama-nama Tuhan lainnya yang bisa kita temukan dan implementasikan dalam doa dan iman. Karena nama-Nya ajaib, kita tidak perlu ragu untuk berdoa serta membuktikan bahwa semua yang tertulis dalam Firman Tuhan masih berlaku hingga saat ini.
Catatan tambahan: Pernahkah mendengar lagu yang pernah viral mengenai ‘Mantra Kebahagiaan’? Kurang lebih isinya mengenai harapan-keinginan si penyanyi akan kelimpahan kekayaan materi (uang, rumah, kendaraan dan sebagainya), punya karier menyala, pasangan sempurna dan penuh cinta, hingga panjang umur sehat senantiasa. Atau lagu mantra uang yang kurang-lebih berbunyi: uang datanglah kepadaku, uang senantiasa berlimpah dalam sakuku, pokoknya semua tentang uang. Perlu kita ingat; mantra kebahagiaan, mantra uang saja belum cukup. Sungguh malang apabila seseorang berpikir bila kebahagiaan hanya dapat tercapai jika punya banyak uang. To be rich is not the same as to be provided, to ‘have’ is not the same as to be prosperous. Kelimpahan adalah hak kita sebagai domba-domba-Nya Tuhan, Sang Gembala kita yang baik, maka sadarilah, syukurilah dan alamilah!
Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.
Baca juga puisi dan karya penulis yang lain di https://wiselovehope.wordpress.com
Tangerang, 27 April 2026









