Home / Fiksi / Puisi / Tangis Ibu Pertiwi

Tangis Ibu Pertiwi

Tangisan Ibu Pertiwi

setelah melumat rantai penjajahan
sekian dekade berlalu bersama waktu
lembaran jaman t’lah berganti
rasa kedaulatan masih berbentuk utopia

penindasan demi penindasan belum kunjung usai
meski dalam corak yang baru; tetap saja menghadirkan pilu
manakala rakyat jelata tersiksa oleh fakta,
para pelayan negara tertawa menikmati harta milik tuannya

tuan pemilik negara diperas habis hingga kerontang
kekayaan alamnya pun dihisap layaknya drakula
membiarkan perut-perut mereka membuncit dilalap api neraka
sebab mereka melahap hak-hak tuannya dibalik meja tak berizin

tumpah ruahlah air mata larat ibu yang berperut tanah subur
hingga membanjiri semesta menjadi bencana
raganya terguncang menjelma gempa hebat
mengusik tenang ke pelosok negeri yang tak berdosa

akankah sifat-sifat biadab terus menerus bermaharajalela?
sampai-sampai senyum bahagia hanyalah dongeng fiksi
ataukah masih ada secercah embun kejujuran?
yang dapat memenggal kebengisan hawa nafsu para penyamun

Bandung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image