Windazole tiba-tiba menghilang dari pasaran. Obat cacing tersebut menjadi barang yang sangat langka, padahal warga yang terdampak varian Yeongasi sangat membutuhkannya. Di tempat penampungan, keadaan para pasien justru memburuk. Tindakan pemerintah untuk menjauhkan warga terinfeksi cacing parasit dari segala hal yang berhubungan dengan air bukanlah solusi yang tepat. Obat yang diberikan oleh petugas kesehatan tidak bisa mengatasi keluhan para pasien. Mereka semakin terperangkap dalam kondisi kelaparan dan dehidrasi akut.
Begitu juga dengan Gyung Seon dan kedua anaknya yang turut menjalani isolasi. Mental mereka dibayang-bayangi kematian setiap saat. Istri dari Jae Hyuk tersebut sangat menyesali perbuatannya. Seandainya saja waktu dapat berputar, dia tidak akan pernah mengajak kedua anaknya untuk liburan. Akan tetapi, semua terlambat karena mereka sudah terinfeksi cacing parasit usai liburan. Kini, mereka harus terpisah dengan sang ayah yang sedang berjuang untuk mendapatkan obat.
Hati Gyung Seon pun hancur melihat tubuh kedua anaknya yang semakin lemas. Harapannya seolah melayang sebab sang suami tidak kunjung datang. Bahkan, untuk berkomunikasi pun menjadi begitu sulit. Dia dihadapkan pada kondisi yang dilematis. Satu sisi dituntut untuk menenangkan anaknya, sisi lain harus mampu menahan diri dari godaan air. Namun, pertahanannya terkoyak. Dia berjalan menuju tumpukan galon lalu menenggak airnya seperti orang kerasukan. Rasa haus mengalahkan ketakutannya pada maut.
“Ibu …! Ibu …!” teriak kedua anaknya dengan pilu.
Dorongan untuk terus minum tidak dapat terbendung lagi. Dia mengabaikan teriakan kedua anaknya.
“Nyonya! Jika terus meminum air maka kamu akan mati!” tegur seorang wanita.
Alih-alih mendengarkan, Gyung Seon justru semakin beringas. Dia kehilangan kendali ketika galonnya direbut oleh wanita itu.
“Sadarlah! Bukankah kamu yang mengingatkanku agar selalu kuat? Lihatlah anak-anakmu, Nyonya! Mereka sangat membutuhkanmu ….”
Kesadaran Gyung Seon berangsur pulih. Ya, kedua anaknya merupakan sumber kekuatan untuk bangkit. Obat itu pasti akan segera ditemukan dan didistribusikan kepada para pasien. Mereka hanya perlu bersabar hingga saat itu tiba.
Kebumen, 29 Mei 2023












Satu Komentar
Waduh, seramnya, dilema beut ini.