Home / Non Fiksi / Opini / Curhat Introvert, Para Ekstrovert Wajib Baca (Bagian Kedua): Ekstrovert Favorit Introvert, Ada Kamu?

Curhat Introvert, Para Ekstrovert Wajib Baca (Bagian Kedua): Ekstrovert Favorit Introvert, Ada Kamu?

Introvert (iStock)
2

Kadang-kadang, sebagai seorang penulis berkepribadian introvert (cenderung lebih banyak/suka berpikir daripada berbicara), saya cenderung cepat merasa lelah jika berada di tengah-tengah lingkungan kerja atau anggota keluarga yang cenderung didominasi para ekstrovert (cenderung lebih banyak/suka berbicara daripada berpikir). Mungkin ada beberapa yang ambivert atau sesama introvert. Jika si ekstrovert bertemu dengan sesama ekstrovert, kerap terjadi percakapan basa-basi atau receh disertai ledakan tawa atau malah perdebatan kusir tiba-tiba. Akibatnya, sering terjadi kekakuan/rasa asing karena berada di sana. Rasanya seperti ingin mengecil atau menghilang saja dari ‘tempat yang salah’ itu. Bingung, bagaimana saya harus menanggapinya? Bagaimana apabila tiba-tiba dilibatkan entah ditanya atau harus menjawab? Apakah Anda pernah mengalaminya, atau mengenal seseorang seperti itu?

Banyak terjadi ‘putus hubungan kekasih’, pertengkaran sengit hingga permusuhan, bahkan perceraian terjadi di antara dua orang berbeda tipe kepribadian. Karena kesalahpahaman, ketidakinginan salah satu atau kedua-duanya untuk mengurai benang kusut, hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi, malah terjadi. Telanjur malu atau segan, tak ada yang sudi berbaikan atau meminta maaf duluan. Penyesalan saja kadang tidak cukup untuk memperbaiki semuanya.

Tidak selamanya akan bertentangan atau kurang akur bersama para ekstrovert, ada juga beberapa sikap ekstrovert yang juga disukai dan diharapkan para introvert seperti penulis. Apa saja dan bagaimana caranya?

  1. Ekstrovert yang bisa mengendalikan arah serta tujuan percakapannya. Tidak melulu boros kata, ribut-ribut di mana-mana, apalagi sok menasihati. Barangkali malah bisa membuat introvert jadi lebih cerewet sedikit apabila berhasil menemukan topik yang sama-sama disukai. Komunikasi terjalin baik, tidak ada energi sosial terkuras. Saling memberi dan menerima secara efektif.
  2. Ekstrovert yang mampu membuka hati seorang introvert. Apakah sulit? Tidak, asal jangan dilakukan secara tergesa-gesa atau memaksa. Tipsnya hanya satu, tidak memborbardir si introvert dengan basa-basi yang kurang perlu. Mampu bicara dengan nada tenang dan sabar, sama-sama menahan diri. Setelah si introvert merasa nyaman dan tenang, barulah si ekstrovert boleh sedikit lebih cerewet. Seringkali si ekstrovert menemukan apa yang disukai si introvert dan berhasil memenangkan pertemanannya bahkan cintanya (cie, cie).
  3. Ekstrovert yang tidak menuntut terlalu banyak. Seringkali si ekstrovert menginginkan agar tujuan komunikasinya tercapai; didengarkan, diperhatikan, diiyakan/diangguki hingga perkataannya dituruti. Tuntutan yang terlalu banyak apalagi berbarengan itu seringkali melelahkan bagi para introvert. Introvert butuh waktu untuk mencerna serta memilah mana kata-kata/permintaan/perintah atau nasihat yang perlu atau kurang perlu. Berikanlah waktu berpikir atau memberikan opini bagi si introvert. Seorang introvert seringkali tidak ingin atau segera memberikan jawaban/reaksi seinstan yang diharapkan. Bukan karena malas/cuek apalagi tidak setuju, melainkan cara seorang introvert berpikir seringkali lebih mendalam dan lama dalam berproses. Ibarat sama-sama berlari mencapai tujuan, si ekstrovert senangnya lari sprint, cepat-cepat supaya lega, si introvert barangkali lebih suka ala maraton saja, yang penting sampai. Jadi, jangan pernah menuntut terlalu cepat atau banyak dari si introvert.

Kesimpulan: Tidak selamanya orang-orang berkepribadian berbeda tak dapat hidup dalam damai dan kebersamaan yang harmonis. Banyak juga pasangan bahkan sahabat berbeda tipe kepribadian namun tetap bersama dan saling melengkapi-mengisi-menguatkan. Dengan memahami apa yang dibutuhkan serta diharapkan seorang introvert, seorang ekstrovert juga mampu menjadi sahabat hingga kekasih bahkan pasangan hidup yang baik.

Semoga bermanfaat dan salam damai.

Tangerang, 21 Mei 2025

Wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image