Di hari malam hening menyengat
Tumbuh sebatang pohon keramat
Ditanam orang di tanah sesat
Sebagai perlambang dendam kesumat
Pohonnya kering kusam belaka
Tiada warna tiada rona
Seperti wajah si buruk rupa
Tiada indah dipandang mata
Buahnya pahit sungguh tak terkira
Penuh racun penuh bisa
Siapa pernah menyantapnya
Kelak berubah menjadi gila
Entah mengapa banyak orang berlomba
Membawa pohon keramat ke rumahnya
Untuk diambil butir-butir buahnya
Sebagai santapan di malam yang gila











