Hidup ini ibarat sebuah perjalanan
Bak kereta api, si ular besi
Relnya begitu panjang, seakan-akan tiada akhir
Kita tak tahu pasti apa menunggu di depan
Belum juga tampak stasiun terakhir
Seakan tujuan masih tinggi jauh di awan-awan
Awal perjalanan berbeda masa, namun hanya ada satu destinasi
Masih misteri kapan akan tiba di tujuan
Akan tetapi, percayalah kepada sang masinis
Sang Masinis Agung, Dialah Tuhan
Sepanjang apapun jalan, seberapapun berat beban
Dia ketahui dan bisa atasi
Percayakan, Dia sepenuhnya pegang kendali
Kita tinggal duduk menanti
Terkadang kita resah gelisah, hilang sabar
Ingin segala lekas selesai, masalah kelar
Padahal Sang Masinis belum izinkan para penumpang keluar
Ingatlah Kawan, mungkin kita beda tujuan,
namun ada dalam deretan gerbong yang sama
Bukan siapa keluar duluan, semua harus menunggu
Jika perjalanan kereta apimu mulai menjenuhkan
Cobalah sejenak saja layang pandang keluar
Lewat bahu Sang Masinis, pandang jauh ke depan
Berapa banyak keindahan di luar sana terlewatkan
Berapa banyak berkat lalai diresapi dan dibagikan?
Jakarta-Tangerang, 26 Mei 2025











