Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Empati dan Kesabaran, Dua Ujian Hidup Terberat!

Kehidupan Kristen: Empati dan Kesabaran, Dua Ujian Hidup Terberat!

Kehidupan Kristen 20250623 (Squarespace)
1

Opini kali ini juga terinspirasi dari khotbah yang penulis dengar beberapa waktu silam di gereja plus beberapa pengalaman pribadi. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Makna kata empati lebih besar dan sukar daripada hanya sekadar simpati. Kurang lebih secara bebas empati berarti berusaha turut merasakan apa yang orang lain rasakan. Bersedih dengan teman-rekan-saudara yang sedang sedih, berbahagia dengan sesama yang sedang bahagia. Jika simpati seringkali mentok pada sekadar ucapan, misalnya turut berduka akan tetapi kemudian di tempat lain  berhaha-hihi, empati berarti sama-sama ‘menanggung’ apa yang sesama tanggung dalam jangka waktu yang tidak terlalu singkat/tidak sementara.

Sabar, sebuah kata yang lebih mudah diucapkan atau dinasihatkan kepada orang lain daripada melakukannya langsung/sendiri. Berusaha sabar jauh lebih sukar daripada ‘berusaha-berusaha’ yang lain. Banyak sekali hal yang mampu menguji kesabaran kita. Apa yang dilakukan orang lain, kondisi yang kita hadapi, keputusan yang tidak sesuai harapan. Begitu sukarnya untuk tetap sabar, sesukar menahan napas dalam waktu yang lama. Atau bak sebuah balon ditiup semakin besar yang setiap saat bisa meletus apabila sudah mencapai batasnya. Jika kesabaran habis, amarah terhambur dan merusak segalanya. Kata-kata apa saja bisa terucap bahkan perang piring terbang bisa terjadi seperti dalam sinetron-sinetron. Apakah benar jika kesabaran itu setipis tisu, mudah sekali robek?

Berempati berarti berusaha seperti Tuhan Yesus yang bisa menangis saat mendengar kabar meninggalnya Lazarus. Sisi kemanusiaan-Nya bisa merasakan duka seperti yang kita rasakan saat ada kabar duka di sekeliling kita. Rasa kehilangan yang bukan hanya diungkapkan lewat sebuah ucapan dan atau sumbangan. Empati juga berarti merasakan apa yang orang lain rasakan (jika kita menjadi dirinya). Sebelum menasihati seseorang yang mungkin banyak melakukan kesalahan, cobalah sesekali berimajinasi menjadi seseorang itu. Mengapa ia masih mengulang kesalahan yang sama, apakah nasihat saja cukup untuknya berusaha memperbaiki diri? Apakah caranya belum tepat? Barangkali berhenti sejenak menasihati dan coba mengetahui keseharian orang itu dulu. Mungkin dia sibuk, belum sempat melakukan nasihat Anda. Mungkin dia tipe orang yang gak bisa ‘makan keras’, harus lebih sabar dibimbing dan diberi pengertian/kesempatan yang lebih lama/besar.

Kesabaran juga perlu dipupuk. Dalam Bahasa Inggris, sabar dan pasien berbagi kata yang sama, patient. Seorang pasien berarti orang sakit yang sedang menunggu/menerima perawatan. Ada penyakit-penyakit yang mudah sembuh, ada juga yang lama sembuhnya bahkan sorry to say, tidak akan pernah sembuh. Kesabaran juga adalah sebuah cobaan. Cobaan yang harus dilalui dan ditaklukkan. Barangkali segala sesuatu tak sesuai harapan. Lambat, mengecewakan, bahkan tidak pernah terjadi. Ada ungkapan mengatakan, siapa berhasil sabar lebih dari pemenang. Belajar untuk bersabar ibarat seorang perenang berhasil menahan napas dalam waktu semakin lama saat menyelam. Paru-paru semakin kuat, semakin mudah melakukannya. Tak perlu dipaksakan, bersabar perlu dilatih setiap hari mulai dari hal-hal kecil. Sabar saat antre panjang di ATM, di bank, di bengkel. Sabar menghadapi anggota keluarga yang menjengkelkan. Sabar adalah usaha kecil berdampak besar. Bukan perubahan instan atau positif yang kemudian pasti datang, melainkan mencegah terjadinya begitu banyak hal negatif! Kerusakan, perpecahan, permusuhan, luka hati dan masih banyak lagi.

Sabarlah ibarat Tuhan Yesus saat berada di pengadilan hingga maut di kayu salib. Tiada kata-kata kasar atau makian Dia ucapkan, malah didoakan-Nya para penyalib-Nya. Mampukah kita bersabar di bawah tekanan dan cobaan? Semoga.

Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.

Tangerang, 23 Juni 2025

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Cinde Lara: Bab 27

Cinde Lara: Bab 27

Bintang Kunang-Kunang

Bintang Kunang-Kunang

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

Tegar

Tegar

Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

Antologi KompaK’O

Random image