Home / Genre / Fiksi Sejarah / 10. Perang Kosovo Kedua (1448)

10. Perang Kosovo Kedua (1448)

Muhammad al-Fatih
This entry is part 12 of 20 in the series Muhammad al-Fatih

Setelah Sultan Murad II naik tahta lagi, perang kembali pecah. Yaitu perang Kosovo kedua, di Kosovo Polje. Perang Kosovo ini disebut perang yang kedua kalinya, karena pernah terjadi perang Kosovo pertama pada masa kepemimpinan Sultan Murad I di tahun 1389. Meski di tempat yang sama, namun masih di wilayah yang sama, yaitu Kosovo.

Perang Kosovo pecah, dikarenakan untuk membalas kekalahan pasukan Hungaria pada perang Varna empat tahun yang lalu, dan pada perang ini masih dipimpin oleh Janos Hunyadi. Untuk membalas kekalahan dari Kesultanan Utsmani, Janos Hunyadi memperhitungkan sekitar, hingga 40.000 pasukan.

Pasukan yang dikumpulkan, adalah pasukan anti-utsmani, karena Janos meyakini pasukan yang anti-utsmani akan lebih militan dalam bertempur. Janos menantang secara terbuka kepada Utsmani, yang kini kesultanan dipimpin oleh Sultan Murad II.

Mengetahui akan bahaya ancaman tersebut, salah satu pasukan Utsmani melaporkan kepada sultan, bahwa pasukan Salib yang dipimpin oleh Janos Hunyadi sedang bergerak.

“Yang mulia Sultan Murad Han, pasukan Hunyadi telah bergerak kesini untuk bertempur. Apabila kita diam, ini akan membahayakan rakyat yang tak berdosa.”

“Rupanya Janos Hunyadi belum jera juga, setelah diberi pelajaran empat tahun lalu.” Jawab Sultan Murad II.

“Baiklah, kita akan menjawab tantangan itu, sesuai dengan bahasa mereka. Çandarlı! Kumpulkan pasukan Janissary. Zağanos! Temui Bali Bey, agar pasukan Akinji melakukan persiapan.” Lanjut Sultan Murad II.

“Siap laksanakan, sesuai perintah, sultan.” Çandarlı Halil Pasha, dan Zağanos Pasha serentak menjawab titah Sultan Murad II.

“Kemal, temui juru tulis untuk menulis surat kepada Mehmed di Manisa, untuk mendukungku dari belakang. Lalu, kau ikuti aku ke halaman istana untuk menyusun strategi bersama Şahabettin Pasha.” Perintah Sultan Murad II kepada Kemal si pembawa pesan.

“Baik, Sultanku. Sesuai perintahmu,” jawab Kemal, sembari bergegas menuju ruang tulis istana.

Di halaman istana, Sultan Murad II bersama Şahabettin Pasha, dan Kemal menyusun strategi dengan membentangkan peta besar di lantai halaman istana.

Sultan Murad II memberi instruksi kepada Şahabettin Pasha, dan Kemal—pasukan yang berada di Sofia, Bulgaria untuk mencegat pasukan Salib di Lapangan Kosovo.

”Lalu, aku akan memojokkan mereka menuju vasal¹ kita Kedespotan Serbia. Setelah itu, aku akan melakukan politik diplomasi kepada Durad Brankovic. Sehingga, pertempuran ini akan berjalan secara dua arah.” Menurut hemat Sultan Murad II.

***

Pada tanggal 17 Oktober 1448, pasukan Salib yang dipimpin oleh Janos Hunyadi, gagal menemukan pasukan inti Utsmani, dan mereka yakin bahwa pasukan inti Utsmani masih di Edirne. Mereka terus berjalan, dan berencana menuju Edirne melalui Lapangan Kosovo. Namun, pada saat di Lapangan Kosovo, pasukan Salib dicegat oleh pasukan Utsmani. Sontak, Janos Hunyadi, dan pasukan Salib terkejut. Dengan cepat, Janos Hunyadi membentuk benteng pertahanan gerobak tabor, yang biasa disebut Wagenburg di bukit Plementina untuk melawan pasukan Utsmani, yang membangun benteng serupa sebagai balasan.

Benturan kavaleri dari kedua belah pihak selama dua hari, yaitu tanggal 18-19 Oktober 1448, menghasilkan banyak pertumpahan darah. Akan tetapi, hasilnya tidak begitu menggembirakan.

Pada tanggal 19 Oktober 1448, Sultan Murad II memerintahkan Bali Bey untuk mengepung keseluruhan tentara Salib, bersama kavaleri Sipahi dari Thessaly—pasukan Sipahi ini langsung dibawah komando Sultan Murad II. Strategi ini dimaksudkan untuk tak memberi napas bagi pasukan Salib. Yaitu, pasukan Salib dibuat sibuk—yang diganggu oleh pasukan Akinji. Setelah fokus pasukan Salib buyar, pasukan Akinji mundur, bersamaan dengan majunya pasukan Sipahi—sebuah pasukan berat yang lebih terorganisir dalam pertempuran. Begitulah cara menyusun strategi Sultan Murad II dalam memberi pelajaran kepada musuhnya yang bandel seperti Janos Hunyadi.

Pasukan Salib yang seharian penuh kewalahan melawan pasukan Utsmani, pada tanggal 20 Oktober 1448, Janos Hunyadi, dan beberapa pasukan yang tersisa memutuskan untuk mundur. Setelah itu, pasukan Janissary menutup kemenangan dengan menyerang semua pasukan yang tersisa di dalam benteng yang ditinggalkan. Hal ini menegaskan bahwa, bukan tentang jumlah pasukan yang dapat memenangkan peperangan, melainkan dengan strategi yang epik, dan cara yang apik.

Sultan Murad II melakukan penyerangan dalam perang terbuka dengan pembagian pasukan secara tepat, dan jitu. Selain itu, melakukan politik diplomasi bersama Durad Brankovic, untuk tidak memberi dukungan kepada pasukan Salib arahan Janos Hunyadi, sehingga tak ada kekuatan tambahan bagi Janos Hunyadi, dan pasukannya.

Atas kekalahan telak untuk kali kedua bagi Janos Hunyadi, dan Kerajaan Hungaria, membuat mereka kehilangan harapan untuk menyelamatkan Konstantinopel dari Kesultanan Utsmani. Sebab, mereka sudah sangat kehabisan sumber daya militer, dan sumber daya keuangan. Sehingga, Konstantinopel yang dipimpin oleh Kaisar Konstantinos XI Palaiologos Dragas, tak memiliki kekuatan, dan dukungan penuh lagi, karena melemahnya Kerajaan Hungaria.


¹Vasal adalah negara atau wilayah yang berada dibawah naungan negara lain. Dalam hal ini Kedespotan Serbia dibawah Kesultanan Utsmani, dan harus memberikan pajak kepada Utsmani dengan jumlah, dan jangka waktu yang sudah ditentukan.

Muhammad al-Fatih

. Desakan Çandarlı Halil Pasha kepada Murad II 1. Setelah Perang Kosovo Kedua

Penulis

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Antologi KompaK’O

Random image