Beranda / Non Fiksi / Opini / Renungan Kehidupan: Jangan Bunuh Diri! Setiap Nyawa Berharga, Termasuk Nyawa Anda!

Renungan Kehidupan: Jangan Bunuh Diri! Setiap Nyawa Berharga, Termasuk Nyawa Anda!

Renungan 20250919 (unitad.un.org)
4

Beberapa minggu atau bulan terakhir ini, penulis banyak membaca berita tidak menggembirakan atau kisah nyata miris mengenai kasus-kasus menyedihkan mengenai penghilangan nyawa manusia, baik dilakukan oleh manusia itu sendiri (suicidal attempts) maupun oleh manusia lain (murder). Motifnya beragam, mulai dari masalah pribadi-keluarga yang tidak mampu diselesaikan, masalah sosial (percintaan hingga keluarga), hingga ekonomi (terlibat utang-piutang, kesulitan keuangan, dan lain-lain).

Barangkali Anda juga pernah mendengar keluhan teman/anggota keluarga Anda yang sudah tak ingin lagi melanjutkan hidup karena ‘begitu tertekan’ entah karena sakit-penyakit, dukacita, apapun badai besar/malapetaka dalam hidupnya.

Bahkan mungkin diri Anda sendiri pernah berada di ujung penderitaan tiada tara yang tak mampu dimengerti siapapun. Tak ada pilihan, solusi, atau jalan keluar.

Meskipun banyak sekali alasan/motif/modus pelaku serta pola hingga caranya, secara moral/secara umum tindakan mencabut nyawa manusia lain atau bahkan nyawa Anda sendiri tentu tidak dapat dibenarkan atau diperbolehkan begitu saja. Bukan hanya karena dapat melawan hukum semata-mata, melainkan lebih daripada itu. Mengapa?

  1. Hidup setiap manusia berada dalam kekuasaan Sang Pencipta Hidup. Dari apa ‘bahan pembentuk’ setiap nyawa adalah misteri-Nya semata-mata. Orang tua bukan para ‘pencipta’ manusia meskipun masing-masing manusia terlahir dari rahim ibunya, begitu pula dengan sang ayah. Mereka saja tidak berkuasa atas hidup seseorang, apalagi diri orang itu sendiri. Hidup tidak dapat diciptakan, dipertahankan atau dikembalikan oleh sesama manusia, sebesar apapun ilmu atau kecerdasan, seberapa banyakpun uang atau harta kekayaan dalam genggaman. Setiap manusia tidak ‘berhak’ atas hidupnya sendiri dalam hal menekan tombol ‘on-off’ alias kapan ingin menyudahinya! Itulah sebabnya, Tuhan YME sangat tidak berkenan dengan mereka yang coba-coba mendahului kehendak-Nya.
  2. Usia/jangka waktu riwayat makhluk hidup adalah satu dari sekian banyak misteri besar kehidupan, lama-sebentar atau panjang-pendeknya tak dapat diduga, begitu pula apa yang terjadi dalam hidup kita. Kemalangan atau keberuntungan yang dialami tidak untuk selamanya, begitu pula dengan segala hal negatif-positif dari sisi Anda seorang maupun kita semua, sesama manusia. Hidup adalah sebuah saja dari berkat-berkat utama dan indah selama ada di dunia. Jangan biarkan keputusasaan menghilangkan harapan serta akal sehat Anda.
  3. Masalah besar kian menghimpit? Beban berat tak tertanggungkan? Barangkali Anda pernah merasa: “Hidup saya sia-sia,” atau “Hidup saya sudah tidak ada artinya,” sehingga memutuskan untuk udahan aja sendiri alias melakukan (maaf) bunuh diri. Padahal masih ada orang di sekitar yang masih sangat mencintai serta memerlukan Anda. Keluarga, sahabat, pasangan. Apakah sudah tidak ada lagi manusia yang peduli kepada Anda? Tentu saja ada! Siapakah itu? (baca dulu opini ini sampai poin keenam).
  4. Begitu pula seandainya ada seseorang yang demikian mengecewakan/tidak sejalan dengan Anda hingga Anda berniat ‘menghilangkan nyawanya’. Dalam kepercayaan Kristiani, salah satu dari perintah Allah adalah Jangan membunuh.” Nyawa, terutama nyawanya manusia, adalah hak-Nya Tuhan. Seberapapun kita ‘menginginkan seseorang karena kesalahannya agar pergi dari dunia ini’ karena dosa/kesalahan terbesarnya sekalipun, atau dalam kata lain kita mengharapkan ‘imbalan/hukuman setimpal’, sesungguhnya Tuhan YME tidak menghendaki kita sebagai penentu tunggal/hakim atasnya.
  5. Apabila timbul masalah dengan siapapun, entah kawan hingga lawan, pengendalian diri/kontrol emosi sangat Anda butuhkan. Jangan buru-buru selesaikan masalah dengan hukum rimba-baku hantam, apalagi jika sampai melukai hingga jatuh korban jiwa yang sia-sia. Menahan diri, meskipun sangat sulit, adalah hal terbaik dan bisa jadi tindakan paling bijak yang seseorang lakukan saat sedang sakit terjepit. Keberhasilan yang kemudian menyusul adalah hadiah tiada duanya, Anda tidak akan menyesalinya.
  6. Yang masih peduli kepada Anda sekalipun dunia sekeliling Anda runtuh adalah Sang Maha Pencipta alam semesta termasuk juga Pencipta Anda, Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Apabila Tuhan tidak peduli dan tidak sayang, Anda takkan pernah ditakdirkan-Nya singgah membaca teguran indah ini. Meskipun barangkali penulis tidak/belum mengenal Anda secara pribadi, Dia mengenal Anda lebih dalam dan akrab daripada Anda mengenal diri Anda sendiri. Carilah Tuhan, apapun kepercayaan Anda, semoga Anda berhasil menemukan kedamaian dan jawaban yang Anda butuhkan.
  7. Anda tidak seorang diri. Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! – Itulah salah satu ajaran Kristiani yang barangkali bisa juga membantu Anda. Ceritakanlah masalah kepada seseorang yang Anda percaya. Bukan hanya sekadar mencari solusi, melainkan kelegaan barangkali akan Anda rasakan sebagai pertolongan pertama yang dibutuhkan. Open up!
  8. Akhirnya, last but not least, sadarilah jika setiap hidup itu sangat berharga! Bukan hanya sebesar nilai asuransi jiwa tertinggi atau semacamnya, melainkan tiada ternilai!

Kesimpulan: Bukan hanya dibentuk dari darah dan daging serta waktu dalam kandungan, setiap manusia dikaruniakan nyawa yang sedemikian berharga. Peliharakanlah baik-baik nyawa sendiri dan sesama, jalinlah seerat-eratnya setiap utas asa tersisa, hingga kelak tiba waktu-Nya kita kembali ke dalam pelukan Sang Maha Pencipta.

Semoga bermanfaat.

Indahnya berbagi. Jika Anda menemukan manfaat melalui tulisan ini, silakan diteruskan kepada yang membutuhkan.

Tangerang, 15-19 September 2025

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *