Aku membungkuk untuk memungut jejak kakiku,
seseorang yang melihatku mungkin berpikir
aku sedang mengumpulkan jamur,
herba penyembuh,
atau bunga seikat,
tapi bukan —
aku mengumpulkan jejak kaki,
jejakku di mana-mana
berjalan bertahun-tahun:
ini jejak kaki yang kutinggalkan saat menggembalakan domba di padang rumput.
Di sini, aku ambil jalan setapak ini ke sekolah,
dan ini langkah-langkahku dari ruteku ke tempat kerja.
“Aku mengumpulkan jejak kakiku di sini
agar orang asing tak menginjaknya,”
kataku kepada siapa pun yang bertanya.
dalam imajinasiku, kuselipkan jejak kakiku
di antara lembaran-lembaran—
dan kini setiap kali aku membaca buku,
secara tak sengaja kutemukan jejak kaki lama:
ku mempelajarinya untuk waktu berjam-jam,
jejak kaki yang kutinggalkan saat kecil
berjalan di bawah pohon stroberi.
semua jejak kaki yang terkumpul sejauh ini,
herbarium jejak utuh dalam buku-buku —
kalau kususun semuanya dalam satu barisan,
jalurnya belum membawaku pulang.
Cikarang, 5 Oktober 2025
#UntukPalestina #FreePalentine











