Home / Fiksi / Puisi / Wadi Gaza

Wadi Gaza

Wadi Gaza
2

itu rumahku.
dulu ada jembatan di sini
sekarang tidak lagi

itu rumahku.
itu halaman rumahku
masih di sini

di mana ada jembatan,
di situ ada sungai
tidak ada lagi jembatan

di mana dulu celah,
sekarang adalah garis

kami tinggal di situ,
di garis itu

di perut iblis,
di situ

aku kembali
hampir berhasil
butuh waktu untuk keluarkan semua orang
aku punya keluarga besar
orang tuaku sudah tua
lalu ada
kakak laki-lakiku, kakak perempuanku
putriku yang sedang hamil
aku keeluarkan mereka semua
dari rumah kami yang dikutuk itu
bayangkan
ada sungai
dulu ada jembatan di sana
sekarang hancur
di satu sisi sungai, orang-orang ini
di sisi lain, mereka
siapa pun mereka
di antara mereka, rumah kami
butuh banyak perjalanan
pulang pergi
untuk setiap orang
aku hampir tidak bisa mengeluarkan mereka
Sebuah keluarga besar
mereka di satu sisi, mereka di sisi lain
timah menembus dinding
atau rumah itu membengkokkan balok-baloknya
agar bisa menghindari hujan peluru
berputar ke kiri dan ke kanan
apa yang kulakukan, seorang wanita
untuk mengeluarkan mereka semua
kamu tak bisa bayangkan
satu per satu
langsung dari perut iblis
kembali setiap saat,
menyelam ke dalam,
ke ujung entah
apakah akan ada jalan
tapi aku sudah mengeluarkan semuanya
dan sekarang putriku
ya, yang sedang hamil
katanya dia ingin kembali
dia akan kembali besok
dia punya seseorang di sana
seorang lelaki yang dicintanya
dia tinggal di sana
dan cinta
kamu tahu bagaimana cinta berjalan
dengan anak-anak muda
kamu tahu bagaimana rasanya bagi mereka
apa pun demi cinta



Jawa Barat, 6 Oktober 2026

#FreePalestine #ForPalestine #UntukPalestina

Penulis

Tag:

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image