Gempa bumi yang meluluhlantakkan kepongahan
tsunami yang menyapu air mata hingga tiada sisa
likuifaksi yang menggeser keinsafan
wedhus gembel dan erupsi yang menamatkan keras kepala
banjir bandang yang menghanyutkan keegoisan
berkacak pinggang menantang usia muda
juga semua yang mengguncang jiwa
pernah menimpa sesosok diri
arang dapatlah patah
harapan telah luka parah
namun takdir mestinya tak memutus asa
seandainya di antara kita
mengerti letih bersengketa
kebebasan jiwa niscaya tersita
lihatlah
matahari dan rembulan
mereka tetap beredar menjalani titah Rabb semesta alam
bukankah
mereka akan bertutur tentang trauma tatkala gerhana
sedangkan itu tak menghentikan tuk bercahaya
Bogor, 30 September 2025











