Semenjak siang memanggang alang-alang
sedari embun mulai berbenah
sejak ciap miap anak burung berkenalan matahari
ke mana induk pergi, mengekori
hingga hari
berkemas-kemas menyongsong petang
si punggok cokelat mengintai rembulan datang
berlari-lari memosisikan sudut pandang
ia sedia menjalani takdir
berlapang dada menerima ketentuan Al Qaadir
ia pun menyimpan mimpi
hak asasi sang introversi
bukankah selagi kaki menapak bumi
segalanya mungkin terjadi
si burung hantu bertekad bulat
sebundar matanya menatap gelap
terjaga melaungkan asa dan doa penuh harap
tanpa meretakkan segenap hening
purnama itu jatuh
meskipun ke tanah yang jauh
“sayapku akan mengepakkan suka cita,
asalkan mimpi menjadi nyata”
Bogor, 14 Oktober 2025
Bulan Jatuh di Tanah yang Jauh









