Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Rahasia Pernikahan Langgeng Penuh Cinta, Pasangan Suami-Istri Wajib Baca!

Kehidupan Kristen: Rahasia Pernikahan Langgeng Penuh Cinta, Pasangan Suami-Istri Wajib Baca!

Rahasia Pernikahan Kristen (iconscout)
2

Menjadi pasangan hidup alias suami-istri Kristen tidak seberat-sesulit yang selama ini dipikirkan atau dipersepsikan baik oleh calon-calon pasangan hidup Kristen maupun di luar lingkup Kristiani. Apakah mudah setia hanya pada satu orang untuk seumur hidup? Apakah bisa hidup bersama-sama seseorang yang meskipun saya cintai dan kasihi, memiliki kepribadian berbeda dengan saya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Sedikit kesaksian dari penulis dan suami, kami sudah saling mengenal dari tahun 2002 dan sudah berkeluarga selama hampir 16 tahun lamanya serta memiliki dua putra yang sedang beranjak remaja. Apakah tidak pernah ada turun-naik atau pergumulan, pertengkaran dan sebagainya? Tentu saja ada, akan selalu ada. Justru sangat aneh mengherankan jika selalu adem-ayem saja. Ada masalah apapun, ada rasa kesal-tidak suka-tidak setuju, hendaknya pasangan berkomunikasi, bekerja sama menyelesaikannya. Setiap masalah yang berhasil diatasi justru menjadikan pernikahan semakin kuat dan teguh. Ibarat emas atau anggur; semakin tua, semakin berharga, bukannya datar dan membosankan. Kesetiaan pasangan kita semakin terbukti dan teruji.

  1. Perbedaan akan selalu ada, akan tetapi kasih Tuhan Yesus sebagai pemimpin utama dalam setiap keluarga akan mempersatukan dan memberikan hikmat-Nya kepada suami/ayah sebagai kepala keluarga.
  2. Terhadap kekurangan/kelemahan pasangan kita, tugas kita adalah menerima dengan penuh perhatian dan cinta kasih, kemudian berusaha menolong/melengkapinya, bukan malah mengkritik atau menjadikannya sebuah alasan untuk berpisah dan lain sebagainya. Misalnya istri Anda tidak bisa mengemudi, jangan lantas mengolok-oloknya atau bahkan memaksanya belajar mengemudi. Barangkali penglihatannya kurang awas, atau kepribadiannya cenderung ceroboh. Dengan penuh kasih, antarkanlah istri Anda apabila ia sedang tidak mampu pergi jauh sendirian. Bukan berarti harus senantiasa jadi sopir, melainkan lakukan dengan kerelaan hati dan rasa ingin melayani.
  3. Pernah penulis bahas dalam opini-opini terdahulu, pernikahan bukanlah sebuah sekolah atau kursus untuk menjadikan pasangan kita ‘lebih baik’. Tidak ada yang namanya kelulusan, nilai, skor, atau apapun yang harus dicapai. Tidak ada kepribadian yang harus/wajib berubah, meskipun kita anggap kurang baik. Di mata Tuhan, semua ciptaan-Nya baik adanya.

Kamu salah! Sebaiknya gini dong!” atau “Menurut saya yang benar itu gini!”

Bukan begitu cara mengkritik atau mengubah kekurangan pasangan kita. Ia akan merasa terluka, terlalu diatur-atur, tawar atau patah hati. Pertama-tama, kita harus memberikan teladan kepadanya dengan cara melakukan terlebih dahulu apa yang kita ingin ia lakukan. Pasangan Anda malas bangun pagi-pagi? Bangunlah pagi terlebih dahulu, siapa tahu ia berpendapat, “Ternyata istri/suamiku rajin juga. Masa’ aku kalah dengannya?” Lalu Tuhan akan menggerakkan hatinya agar mau berbuat hal yang sama. Pasangan Anda malas memasak? Masakkanlah dia makanan favoritnya, sekalian tunjukkanlah kepadanya caranya memasaknya. Selain suka/menghargai, barangkali ia akan tertarik juga untuk belajar memasak juga, meskipun yang mudah-mudah terlebih dahulu. Tentu masih banyak lagi cara untuk menunjukkan kasih Anda kepadanya.

4. Sekali-kali, jangan membandingkan pasangan Anda dengan pasangan orang lain. Pasangan adalah paket utuh yang sudah Tuhan sediakan untuk Anda, syukuri dan cintai apa adanya. Bukan berarti menerima apa adanya lantas pasrah dan manut-manut saja pada apa katanya/apa yang dilakukannya, melainkan tetap ora et labora baginya. Doakanlah semua yang ia lakukan di mana saja ia berada agar apa yang dilakukannya berhasil. Terhadap kekurangannya yang mungkin Anda rasa perlu diubah, berikanlah masukan, perhatian, jangan paksakan apapun. Misalnya istri Anda tidak secantik artis Korea atau istri tetangga, tidak perlu mengatakan “Dandan dong, Ma!” Setiap wanita sudah cantik dengan cara dan ciri khasnya sendiri-sendiri.

    5. Sebelum membicarakan segala sesuatu (termasuk yang kurang enak), terlebih dahulu cobalah membayangkan dari sudut pandang pasangan Anda. Apakah ia akan menerima dengan lapang dada kemudian mencoba melakukan yang saya sarankan? Apakah kata-kata yang ingin saya sampaikan ini juga saya ingin dengarkan dari mulut seseorang? Dan sebagainya. Jangan biarkan amarah, emosi sesaat, bahkan gelap hati merusak bangunan pernikahan yang sudah Anda berdua bangun. Berusahalah untuk sabar. Ingatlah pada buah-buah roh serta hukum kasih. Berbicaralah dengan kepala dingin.

    Kesimpulan: pada akhirnya, jadikanlah Tuhan pemimpin keluarga. Bukan hanya suami yang harus selalu ‘di atas’ alias mau menang sendiri, melainkan duduk berdampingan dengan istri. Ibarat sebuah segitiga, biarkan Tuhan yang berada di atas, Anda dan pasangan menjadi sudut-sudut kiri dan kanan yang selalu seimbang dan saling menopang. Doakanlah pasangan, lengkapilah kekurangan-kekurangannya dengan kelebihan/talenta yang telah Ia percayakan kepada Anda. Semoga keluarga kita semua selalu dilindungi dan dipersatukan Tuhan. Mencintai apa adanya bukan berarti selalu manut-manut saja, melainkan saling menerima serta melengkapi semua kekurangan dengan kelebihan.

    Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati.

    Tangerang, 5 Mei 2025

    Wiselovehope

    Penulis

    • Wiselovehope

      Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

      Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

      Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

      Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

      Instagram: @wiselovehope
      Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
      Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

    Tag:

    2 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Arsip

    Kategori

    Terkini

    Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

    Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

    Tegar

    Tegar

    Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

    Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

    31. Ancaman

    31. Ancaman

    Terbangun Tengah Malam

    Terbangun Tengah Malam

    Antologi KompaK’O

    Random image