Home / Fiksi / Puisi / Diam-Diam Aku Terdiam, Oleh Cintamu yang Tak Kunjung Diam

Diam-Diam Aku Terdiam, Oleh Cintamu yang Tak Kunjung Diam

Mencintaimu dengan Cara yang Paling Malu
1
This entry is part 5 of 9 in the series Mencintaimu dengan Cara yang Paling Malu

kamu tak tahu, betapa diam-diam

begitu kusyukuri kebersamaan ini

dengan diam yang paling diam

mencoba terus meresapi

riuh yang angkuh menggemuruh dalam diam

memaknaimu

dengan cara terdiam

dari segala diam yang pernah diam

ah, betapa diam-diam, aku

telah begitu terdiam

oleh cintamu yang tak kunjung diam

Mencintaimu dengan Cara yang Paling Malu

Na Gurindam Doa

Penulis

  • Ahmad Maulana S

    Ahmad Maulana S, lahir di Jakarta.

    Sejak kecil ia terbiasa bertualang. Lulus SMU langsung singgah di sebuah madrasah/sekolah sebagai guru, dilanjutkan dengan menjadi pekerja bengkel, pramuniaga, kuli bangunan, pedagang ayam setan, tukang pasang tenda, pengelola pabrik bulu mata palsu, pemilik lapak barang rongsok, penulis buku puisi dan buku serial pendidikan anak, ghost writer, publisher novel-novel motivasi serta pernah menyelenggarakan kelas fiksi berbayar berbasis online lintas negara.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Antologi KompaK’O

Random image