Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Lebih Cepat, Apakah Selalu Lebih Baik?

Kehidupan Kristen: Lebih Cepat, Apakah Selalu Lebih Baik?

Kehidupan Kristen 20251201 (iStock)
3

Banyak kita seringkali ingin segala sesuatu berjalan cepat. Segera sajalah, daripada terlambat. Lebih cepat, lebih baik. Alasannya bermacam-macam;  waktu saya hanya sedikit, waktu adalah uang (waktu sangat berharga), bukankah lebih baik cepat daripada terlambat? Dan lain sebagainya. Apakah selalu cepat-cepat demikian?

Memang waktu/kesempatan yang ada pada kita tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita. Harus menunggu, harus antre, harus sesuai jadwal. Lelah dan bosan atau rasa khawatir menghantui dan mendesak. Bahkan doa juga tidak selalu terkabul cepat apalagi instan, seakan-akan Tuhan menunda berkat-Nya untuk kita. Kita jadi mudah kesal, bersungut-sungut, bahkan menuduh-Nya curang/tidak adil, bahkan sampai kehilangan iman.

Inilah beberapa pengingat indah bagi kita mengenai waktu dan kesabaran.

  1. Kita ingin cepat-cepat, namun sering lupa jika waktu Tuhan adalah yang terbaik. Yang kecil muda belia ingin cepat dewasa, yang dewasa ingin cepat dapat pasangan, yang sudah berpasangan ingin cepat menikah, yang sudah menikah ingin cepat dapat momongan. Ingin cepat sukses, ingin cepat tiba di tujuan, dan masih banyak lagi. Akan tetapi kecepatan/pace kita berbeda dengan pace-Nya Tuhan, Timing and rate kita juga berbeda dengan timing and rate-Nya. Jangan memaksakan diri mempercepat jarum jam-Nya Tuhan.

    Pengkhotbah 3:1:  “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.”

    Demikianlah Tuhan ingin kita belajar bersabar. Apakah Anda bisa melakukannya?
  2. Kesabaran adalah salah satu ujian tersulit dalam hidup. Kedengaran atau kelihatannya cukup mudah, bukan? Padahal susah sekali menahan diri, jari hingga tangan. Kata sabar dalam Bahasa Inggris berbagi kata yang sama dengan kata pasien, yaitu patient. Seorang pasien (orang yang sedang sakit dan menunggu/memerlukan perawatan dari dokter/rumah sakit) harus sabar antre menunggu giliran diperiksa atau dirawat, harus sabar menunggu tubuh yang sedang diobati agar pulih/sembuh. Bahkan beberapa pasien tak kunjung mengalami kesembuhan yang dinantikannya karena Tuhan memiliki rencana lain. Sabar sangat mudah dikatakan, yang sabar ya, padahal sangat sulit dipraktikkan.

    Barangsiapa berhasil sabar lebih dari seorang pemenang. Menahan diri untuk menunggu, tidak mudah meledak/marah-marah, duduk diam di kaki Tuhan. Sabar terhadap anak menangis hingga orang yang menyakiti hati kita. Sabar juga ada dalam kata selain be patient, yaitu be still. Be still bisa berarti diam, tenang, juga sabar. Be still and know that I am God (Psalm/Mazmur 46:10)
  3. Apa yang akan terjadi saat kita berhasil sabar jauh lebih baik daripada terburu-buru. Beberapa pengalaman nyata dalam hidup; pekerjaan yang diburu-buru akhirnya error, entah human error atau kesalahan teknis. Dalam ujian sekolahnya, putra bungsu penulis mengerjakan terburu-buru, akibatnya ia mendapat nilai kurang maksimal. Ketergesa-gesaan sering mengakibatkan hal-hal negatif; ngebut di jalan akhirnya terjadi laka lantas, ingin menyela kerumunan akhirnya dicela sesama. Patience and perseverance are the best things to do (kesabaran dan ketekunan adalah hal terbaik untuk dilakukan), jadi hendaklah kita berusaha belajar sabar dan tekun. Teliti dan sabar dalam bekerja, hasilnya jauh lebih akurat. Teliti dan tidak terburu-buru mengerjakan ujiannya, putra penulis akhirnya mendapatkan nilai lebih baik.

Ingin cepat-cepat itu baik, namun berusaha sesuai waktu agar semua terjadi sesuai kehendak Tuhan saja adalah yang terbaik. Siapa bisa menahan diri lebih dari seorang pemenang. Hasil yang jauh lebih baik, kenikmatan sebuah penantian, buah-buah kesabaran yang kemudian diraih adalah bukti-berkat nyata yang penulis harapkan selalu terjadi dalam hidup Orang-orang Percaya.

Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati.

Tangerang, 1 Desember 2025

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

Tegar

Tegar

Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

31. Ancaman

31. Ancaman

Terbangun Tengah Malam

Terbangun Tengah Malam

Antologi KompaK’O

Random image