Apa yang membuat Anda tertarik pada fiksi kilat, dan apa yang paling Anda nikmati dari menulisnya? Apa yang akan Anda kerjakan selanjutnya?
Tantangannya adalah mengisi ruang cerita dengan jumlah kata yang terbatas! Aku cenderung memikirkan tokoh dan kisah mereka dalam “hotspot”, satu momen dalam hidup mereka yang mengungkapkan segalanya tentang mereka. Aku menyukai tantangan untuk memotong bagian-bagian dari alur naratif yang umum, untuk mengungkap karakter melalui sapuan kuas terkecil, untuk membuat pembaca merasakan sesuatu yang baru dan/atau berbeda dengan menggunakan bahasa yang ringkas dan lebih intens.
Aku suka bagaimana cara menyampaikan kisah yang mengharukan dengan karakter tiga dimensi dalam kurang dari 1.500 kata, bahwa aku tidak perlu berkutat pada pemikiran batin, eksposisi, dan latar belakang. Dan bahwa elemen-elemen ini, kalaupun digunakan, dapat diringkas menjadi jumlah kata atau ruang yang diperlukan dalam sebuah cerita.
Aku sedang memberikan sentuhan akhir pada koleksi fiksi kilat baru yang kuharap dapat menjadi wadahnya dalam beberapa tahun ke depan.
Saya bertemu banyak pembaca yang belum familiar dengan flash fiction. Mengapa seseorang yang gemar membaca fiksi dan nonfiksi, tetapi tidak terbiasa dengan fiksi kilat, harus membaca flash fiction?
Flash fiction yang hebat memberikan pembaca ledakan narasi, kesempatan untuk merasakan keseluruhan cerita atau novel dalam waktu kurang dari lima menit. Flash fiction mengajak dan menginspirasi pembaca untuk merenungkan karakter dan cerita lama setelah membaca kata terakhir. Flash fiction tetap bertahan, mengundang dan memukau, menantang, dan menuntut perhatian.
Pembaca bisa mendapatkan kepuasan membaca yang luar biasa dalam waktu membaca yang singkat. Namun, kedalaman cerita ini akan terasa bagi pembaca baru, dan bisa membuat ketagihan, sekaligus menghibur dan mendidik.
Bagaimana Anda biasanya menciptakan flash fiction? Dari mana ide Anda berasal? Setelah Anda mendapatkan ide, apa yang terjadi selanjutnya?
Aku biasa memulai ceritaku dengan baris pertama. Ini yang jarang berubah setelah aku menulisnya. Biasanya berasal dari tokoh yang berbicara di kepalaku, atau gambaran yang muncul di benakkua. Baru kemudian aku memikirkan cara untuk memasukkan beberapa informasi tentang karakter, sudut pandang, latar, dan konflik awal ke dalam baris pertama. Inilah yang mendorongku untuk menulis sisa cerita. Ini memberiku gambaran tentang tekanan yang bisa kuberikan kepada tokoh utama agar dia bertindak. Begitu dia bertindak di panggung cerita, aku mengikuti tindakan dan reaksinya hingga aku menemukan perubahan/pergeseran/perhitungan yang diciptakan oleh konflik atau tekanan yang diberikan kepada tokoh utama ini.
Selain menjadi penulis kilat yang mendapat penghargaan dan telah diantologikan, Anda juga seorang editor untuk ratusan buku dan Anda mengajar serta melatih para penulis baru. Bagaimana peran-peran lain ini memengaruhi tulisan Anda sendiri, dan sebaliknya?
Mengedit dan mengajar memperkuat dan membuatku berpikir berbeda tentang pemahamanku mengenai elemen-elemen dalam bentuk fiksi kilat. Keinginan dan kebutuhan untuk mengungkapkan bagaimana penulis dapat menggunakan elemen-elemen ‘kriya’ memperkuat hal-hal yang telah kulakukan atau ingin kucoba dalam tulisanku sendiri.
Setelah aku mencoba langkah-langkah ini dalam tulisan kusendiri, aku memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mengartikulasikan bagaimana orang lain dapat menggunakannya untuk menulis fiksi kilat mereka sendiri.
Akua juga menyukai aspek komunitas sebagai editor, pengajar, dan mentor. Aku berusaha memberikan dukungan yang ku inginkan dan terima ketika pertama kali mulai menulis. Aku senang membantu para penulis dalam perjalanan menulis mereka, dan hal ini seringkali menginspirasi tulisanku sendiri.
Anda tampaknya telah membangun komunitas menulis yang kuat, baik daring maupun luring. Apa pendekatan Anda dalam membangun komunitas? Mengapa hal itu penting bagi Anda? Dan apa saran Anda untuk para penulis baru yang ingin membangun komunitas menulis mereka sendiri?
Ketika pertama kali mulai menulis, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk membangun komunitas menulis melalui media sosial. Aku mulai dengan membaca wawancara para penulis, berharap untuk mengetahui bagaimana perasaan mereka tentang menciptakan karya seni mereka. Namun, aku ingin melakukan lebih dari sekadar membaca tentang kriya. Aku ingin menjalin persaudaraan dan bersimpati dengan sesama penulis. Aku ingin berbicara tentang menulis, dan akhirnya aku menemukan tempat untuk melakukannya di facebook (sebelum berubah menjadi seperti sekarang ini).
Cinta pertamaku adalah membaca, jadi aku senang membaca dan berbagi kisah penulis lain, berbincang dengan mereka tentang karya seni dan pengalaman mereka dengan penerbit, pengalaman mereka membaca karya penulis yang mereka sukai, dan menjadi bagian dari komunitas yang suportif, yang menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar lokakarya dan kelas, yang lebih dari sekadar persahabatan dan rasa hormat.
Siapa pun dapat bergabung dengan komunitas ini dengan mulai berbagi tulisan/karya seni yang mereka sukai dengan orang lain, dengan mendukung penulis, penerbit, dan majalah literasi, dengan menyebarkan kegembiraan menulis yang fantastis.
Ini adalah cara mudah untuk menemukan penulis yang sepemikiran, yang juga ingin berbagi karyamu. Saling menghormati dan mendukung menghasilkan komunitas yang berkembang pesat.
Apa tiga buku Anda yang Anda rekomendasikan untuk dibaca orang lain?
Ada tiga buku flash fictionku di antara beberapa buku antologi flash fiction yang sudah dibukukan: Terdampar, Bobo Pengantar Dongeng, Kisah 100 Kata dan cerita-cerita lain.
Terdampar adalah buku antologi cerpen solo pertamaku. Ini gambaran proses aku menulis flash fiction di awal-awal karierku sebagai penulis. Bobo Pengantar Dongeng antologi fantasi yang disukai pembaca tua dan muda. Kisah 100 Kata dan cerita-cerita lainnya berisi 200 flash fiction 100 kata.
Jawa Barat, 3 Desember 2025












Satu Komentar
Selama ini saya mencoba menulis flash fiction tapi rasanya kurang pede