Home / Non Fiksi / Kehidupan Kristen: Berdoa, Ngobrol Super Istimewa bersama Tuhan!

Kehidupan Kristen: Berdoa, Ngobrol Super Istimewa bersama Tuhan!

Kehidupan Kristen 20251216 (Copilot)
3

Banyak Orang Percaya malas berdoa atau hanya berdoa sesuai kebiasaan dan formalitas aja; doa bangun tidur, doa sebelum makan, doa sebelum mulai ibadah, doa sebelum tidur dan lain-lain. Semua itu baik adanya, akan tetapi kita seringkali enggan hingga lupa berdoa pada waktu-waktu lain. Kita lebih senang ngobrol santai berjam-jam, dengan bestie, chatting bucin dengan gebetan, bahkan diam-diam nyari solusi masalah hidup lewat AI chatbot (hayo, siapa yang begitu?).

Padahal ada Sahabat yang selalu setia, bisa ada di mana saja, bahkan terlebih dahulu mengetahui semua yang kita butuhkan bahkan inginkan. Ya, kita pasti sudah tahu jika Dia adalah Tuhan. Akan tetapi karena kita sudah tahu, kita cenderung menganggap ‘ya, oke, memang, tentu saja, I knew that already, no need to tell me’ alias sudah jadi ‘biasa-biasa’ saja. Bahkan saking biasanya, kita menganggap-Nya sudah semestinya demikian, take Him for granted. Sesuatu yang sangat disayangkan! Belum lagi yang mengabaikan-Nya karena Dia tak terlihat, dianggap gak ada. Tuhan dikacangin, dicuekin, sesuatu yang tentu saja manusia pun tidak sukai. Jika penunggu dunia lain alias makhluk astral aja kita takuti setengah hidup, kita ‘permisi-permisiin’ gara-gara takut diganggu, lantas mengapa tidak Tuhan?

Inilah beberapa alasan indah mengapa doa layak dinaikkan kepada-Nya setiap saat bahkan dalam hati atau lewat tetes air mata kita:

  1. Ngobrol dengan Tuhan adalah pembicaraan super istimewa! Meskipun terdengar ganjil/rada-rada, seperti sebuah monolog, ‘solilokui’ bahasa kerennya, Tuhan Maha Tahu dan Maha Mendengar. Jika dengan manusia (bestie, pasangan, keluarga dll. ) saja kita merasa aman, percaya, dapat solusi (meskipun belum tentu benar), apalagi kepada Pencipta kita!
  2. Berusahalah berkata-kata jujur saat berdoa. Jangan menutup-nutupi karena Dia sudah tahu semuanya. Di mata-Nya kita ibarat gelas-gelas kaca transparan. Apakah berisi air, kopi, susu, atau sirup, Dia sudah tahu. Kita hanya perlu mengosongkannya agar gelas kita dapat diisi-Nya kembali. Apabila gelas kita berisi air namun kita mengaku isinya kopi, penulis bayangkan jika Tuhan akan menggeleng-gelengkan kepala-Nya sambil berkata, “Anakku, sesungguhnya Aku sudah tahu apa yang sebenarnya ada di dalam hatimu!” Nah, bukankah akan jauh lebih baik jika kita tidak menutup-nutupi?
  3. Tuhan tidak hanya patut menerima pujian dan sanjungan serta rasa syukur dan terima kasih kita. Umumnya manusia suka disanjung, diberi tabik dan ucapan selamat, dianggap tinggi dan dihormati. Tuhan juga sangat layak menerima semua itu, bahkan lebih lagi. Akan tetapi sayang, manusia cenderung kurang suka selalu dijadikan ‘keranjang sampah perasaan’. Sesekali dicurhati barangkali wajar dan masih baik-baik saja, akan tetapi orang yang kerap mengeluh akan mulai dijauhi teman-temannya, dianggap mengganggu bahkan meresahkan. Sesama kita memiliki keterbatasan, bahkan empati saja terkadang belum cukup melegakan.

    Berbeda dengan Tuhan, Dia adalah Shelter from The Storm, Tower of Refuge and Strength, (Pelindung, Menara Kekuatan). Mengeluhlah, curhatlah sering-sering kepada-Nya lewat doa, Dia mendengarkan!
  4. Jawaban doa dari-Nya memang tidak sespontan jawaban/solusi dari AI chatbot, akan tetapi semua doa yang sungguh-sungguh sudah pasti centang biru dua alias sampai di telinga-Nya. Tinggal kita saja menunggu balasan-Nya dengan sabar dan setia disertai iman dan pengharapan.
  5. ‘Ngobrol’ dengan Tuhan istimewa karena bisa dilakukan kapan saja dengan metode apa saja. Bahkan sesederhana “Tuhan,  hiks, hiks, amin!” Metode sederhana itu bukan berarti kita gak ‘nganggap penting’ Tuhan, melainkan pada saat kesesakan tiada tara, sesungguhnya Dia hadir.

Masihkah kita enggan, lupa, bahkan malas berdoa? Hidup adalah privilege dan opportunity yang masih Dia karuniakan. Berdoalah dengan cara pilihan Anda, kapan dan di mana saja. Jawaban-Nya nan tak terduga akan mencengangkan hingga membuat Anda kehabisan kata-kata, hanya dapat bersyukur memuji nama-Nya.

1 Korintus 2:9 berbunyi, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”.

Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati.

Tangerang, 16 Desember 2025

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Antologi KompaK’O

Random image