Vindy hanyalah seorang gadis remaja biasa, dengan kehidupan dan keluarga yang normal. Dia memiliki saudara kembar laki-laki, Syauki, yang sangat dicintainya. Mereka tak terpisahkan, selalu melakukan segalanya bersama dan saling mendukung dalam suka dan duka.
Suatu hari di musim kemarau, Vindy dan Syauki sedang berkumpul dengan teman-teman mereka di sebuah danau, tempat mereka sering menghabiskan hari-hari mereka berenang dan menyelam dari tebing. Semua orang bersenang-senang, kecuali Syauki, yang terlalu takut untuk melompat dari tebing.
Vindy dan teman-temannya mencoba menyemangati Syauki, tetapi dia terlalu takut. Karena frustrasi, Vindy mendorong Syauki dari tebing, berpikir bahwa saudara kembarnya akhirnya akan menaklukkan ketakutannya dan menikmatinya sendiri seperti yang lain.
Tetapi saat Syauki jatuh, dia menabrak batu dan mendarat di danau di bawah, di mana dia terbaring tak bergerak dan tidak sadarkan diri. Vindy dan teman-temannya panik dan meminta bantuan, tetapi sudah terlambat. Syauki lumpuh dan tidak dapat lagi bergerak atau berbicara.
Mindy sangat terpukul dan merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya. Dia menghabiskan hidupnya merawat Syauki, membantunya makan, minum, dan bahkan pergi ke kamar mandi. Tetapi sekeras apa pun dia berusaha, Syauki selalu menatapnya dengan tatapan tanpa emosi, seolah-olah dia membencinya atas apa yang telah dia lakukan.
Vindy tahu bahwa dia telah membuat kesalahan besar, kesalahan yang tidak akan pernah bisa dia perbaiki. Dia hidup dengan rasa bersalah dan pengingat abadi tentang hari itu selama sisa hidupnya, tahu betul bahwa Syauki akan melakukan hal yang sama padanya kalau dia bisa.
14 Desember 2025









