Beranda / Topik / Hiburan / Resensi Novel: Love in Santorini 2

Resensi Novel: Love in Santorini 2

Love in Santorini 2

Judul: Love in Santorini 2
Penulis: Fidèlé Amour
Editor: Dwi Rahmawati
Desain Cover: Alifah Azizah
Layout: Erka
Penerbit: Bookies Literasi Indonesia
Ukuran: 14x 20 cm, iv +299 halaman
ISBN: 978-623-5381-81-7
Cetakan pertama 2025




Haru, menegangkan, lucu, emosional, itulah yang terasa ketika membaca novel Love in Santorini 2 karya Fidèlé Amour ini. Bagaimana tidak? Lanjutan dari Love in Santorini 1 yang mengambil setting Yunani-Kroasia-Italia tiga  negara yang belum pernah dikunjungi oleh penulis justru menjadikan satu daya tarik tersendiri.

Apalagi dengan adanya aksi-aksi menegangkan di dalmanya. Kisah cinta Edera Minerva Phillo dan Helioas Evander atau Vinko Hector Željko yang harus terpisah karena kesalahan informasi yang membuat Edera akhirnya menikahi sahabat masa kecilnya yaitu Achilles Demenikos. Namun, jalan perjodohan mereka hanya sementara karena Achilles meninggal ditembak oleh salah satu anak buah Mateo di Angelo, mantan kekasih Edera yang ingin membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya yang disebabkan oleh Theodore Phillo, ayah Edera. Justru yang ditembak bukanlah Helios melainkan Achilles.

Helios kembali di saat-saat kesedihan Edera memuncak.  Cinta yang dulu pernah hilang itu akhirnya kembali lagi. Edera merasa hidupnya gamang. Saat itu ia tengah mengandung buah cintanya bersama Achilles. Kedatangan Helios bak imajinasi yang menurutnya sudah tiada. Tapi Helios nyata bukanlah ilusi.

Helios menikahi Edera usai dia melahirkan dan memberikan nama Achilles kepada bayi itu. Helios yang ternyata masih memiliki keturunan Kroasia akhirnya sementara waktu harus kembali ke tanah leluhurnya untuk menjaga warisan kakeknya, Bojan Željko, seorang pengusaha kaya raya dan juga ilmuwan terkenal di sana.

Namun, semua itu ditentang oleh sang paman, Zoran, yang ingin menguasai seluruh harta kekayaan milik mendiang kakaknya  Davor Željko, yang justru diberikan kepada Vinko, nama lain Helios. Zoran tidak terima dan ingin menguasainya dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan menyingkirkan Vinko dan beberapa rekannya satu per satu dan bekerja sama dengan Mateo, mantan kekasih Edera.

Membaca novel ini serasa menonton film-film Italia atau Turki dengan nuansa tentang kehiduapn mafia. Diwarnai dengan dendam, pembalasan, dan juga aksi-aksi menegangkan.

Kelebihan buku ini ada pada kekuatan penulis yang mampu mendeskripsikan tenpat-tenpat dari negara yang belum pernah ia kunjungi, nmeski begitu tetap apik dalam penyampaiannya. Selain itu desain cover yang lebih lembut dan juga menarik dengan nuansa pulau Santorini di kala remang senja memanglah sangat cocok karena menjadi perpaduan gerbang impian dan kenyataan sepertihalnya yang diinginkan setiap insan.

Kelemahan buku ada pada tanda baca yang terkadang dobel akibat mungkin karena saat ada di editorial kurang begitu nampak. Untuk keseluruhan buku ini terasa lengkap merangkum beberapa genre menjadi satu, tetapi tetap mengindahkan norma-norma yang berlaku.


Satya Padma

( Penulis novel Sang Elang dari Mesir)

Penulis

  • Satya Padma

    Satya Padma adalah penulis yang masih terus belajar. Salah satu karyannya yang sudah terbit adalah Sang Elang dari Mesir (SEDM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *