Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Beberapa Ujian Hidup bagi Anak-Anak Tuhan di 2026 (Berikut Kunci Jawabannya!) – Part 2

Kehidupan Kristen: Beberapa Ujian Hidup bagi Anak-Anak Tuhan di 2026 (Berikut Kunci Jawabannya!) – Part 2

Kehidupan Kristen 20260109
3

Tulisan ini adalah kelanjutan dari Kehidupan Kristen: Beberapa Ujian Hidup bagi Anak-Anak Tuhan di 2026 (Berikut Kunci Jawabannya!) – Part 1. Jika belum, silakan membacanya terlebih dahulu.

  • Ujian terbesar dan tersulit adalah kesabaran. Kesabaran bukan hanya sebuah sifat alami yang dikaruniakan kepada beberapa orang saja, melainkan sikap yang harus semua orang coba asah, miliki, serta pertahankan. Kesabaran dibutuhkan saat ‘terpaksa’ mendengarkan keluh-kesah hingga caci-maki, membaca komentar-komentar negatif atau tuduhan-tuduhan tanpa dasar di dunia maya, hingga menahan diri dari pelampiasan amarah. Apakah marah itu boleh? Tuhan Yesus saja pernah marah saat menghardik para pedagang di Bait Allah. Bukan berarti Dia galak atau kejam, melainkan Dia sebagai Manusia juga dapat merasakan prihatin dan sedih atas penyalahgunaan rumah Bapa-Nya. Kita juga tentu tidak suka seandainya mengalami hal yang sama. Akan tetapi, semarah-marah-Nya Yesus, Dia juga Pribadi yang Maha Sabar. Bisa saja Dia membatalkan diri-Nya disalib. Dia bisa bebas dari pilihan itu apabila Dia berkehendak. Akan tetapi Dia begitu sabar, Dia begitu rela. Air mata hingga darah-Nya dengan sabar luar biasa Dia tanggung dan curahkan, bayangkan alangkah lama dan menyakitkan apabila kita yang harus menanggung dosa kita sendiri hingga mati. Bersabarlah dalam masalahmu, bersabarlah menanggung penyakitmu sampai pulih, sembuh, atau saat belum menunjukkan tanda-tanda positif sekalipun. Tuhan memberi ujian bukan untuk dapat nilai seratus melainkan Dia rindu agar Anda diubahkan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih tenang, serta jauh lebih berkembang.
  • Ujian kita berikutnya adalah bagaimana memanfaatkan kesempatan kedua (dan selanjutnya) yang Tuhan masih berikan kepada kita selama napas masih dipercayakan-Nya. Kesempatan kedua datang dalam beragam bentuk; sembuh dari sakit, pasangan yang setia, talenta yang kembali dipercayakan-Nya. Ibarat remedial ujian/ulangan di sekolah, kesempatan kedua dan selanjutnya yang Tuhan masih percayakan bukan untuk disia-siakan atau dianggap ‘sudah biasa’ alias take it for granted, melainkan untuk kita pergunakan dengan sungguh-sungguh. Contoh: Pernah gagal membina cinta (rumah tangga/dikecewakan mantan), jika masih diizinkan-Nya bertemu jodoh/pasangan lagi, bersikaplah serius, jadikanlah dia yang terakhir. Pernah jatuh sakit, ketika diperkenankan-Nya sembuh, usahakanlah untuk menjaga diri dari penyebab sakit semula (misalnya makan-minum enak berlebihan, sering begadang, merokok dan sebagainya).
  • Last but not least, jangan terlalu mudah mundur atau menyerah. Fokuslah pada ujian kehidupan agar dapat menyelesaikan dengan segenap kemampuan. Tidak seperti ujian/lomba/pertandingan biasa, hadiah kemenangan dalam ujian kehidupan kita bukan berupa piala-medali, sertifikat, uang tunai atau emas-perak, melainkan jauh lebih baik lagi: mahkota kehidupan (Yakobus 1:12, Wahyu 2:10), hingga hidup berkelimpahan (Yohanes 10:10). Hidup berkelimpahan juga mencakup adanya sukacita, damai sejahtera, kasih dan buah-buah Roh, bukan hanya berupa kekayaan atau materi, tetapi juga persekutuan yang erat dengan Allah.

Ujian kehidupan akan terus kita alami selama kita hidup. Barangkali kita lelah, hampir menyerah, merasa tidak mampu dan tidak mau lagi menghadapi. Kita bisa berhenti, mengingkari bahkan mencoba lari darinya, akan tetapi kita takkan bisa benar-benar lepas darinya. Ujian sepanjang tahun ini telah datang, berlalu, serta akan terus datang kembali. Namun bersama Tuhan, kita akan jauh lebih siap serta lebih mampu menghadapi semuanya. Berdoalah senantiasa, lakukan saja yang terbaik, semoga kita semua kelak menjadi pemenang-pemenang yang berkenan kepada-Nya. Amin.

Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.


Tangerang, 13 Januari 2025

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Kehidupan Kristen: Kesabaran Akan Berbuah Berkat, Cepat atau Lambat!

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Antologi KompaK’O

Random image