Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Beberapa Ujian Hidup bagi Anak-Anak Tuhan di 2026 (Berikut Kunci Jawabannya!) – Part 1

Kehidupan Kristen: Beberapa Ujian Hidup bagi Anak-Anak Tuhan di 2026 (Berikut Kunci Jawabannya!) – Part 1

Kehidupan Kristen 20260109
4

Ujian kehidupan akan selalu ada meskipun sudah lama kita lulus dari sekolah atau bangku kuliah. Ujian datang silih berganti membuat kita mengelus dada atau menahan napas, belum bisa lega apabila belum tuntas atau selesai happy ending. Kadang malah jadi susah tidur bahkan jatuh sakit akibat terlalu memikirkannya. Sampai kapan terus begini? Mengapa saya, bukan orang lain?

  1. Saat kita sebagai Orang Percaya dihadapkan pada ujian hidup (masalah), ke mana atau kepada siapa kita bercerita atau mencari jalan keluar? Apakah curhat kepada pasangan, sahabat, atau keluarga dekat? Atau malah jangan-jangan coba-coba konsultasi atau cari solusi dengan bantuan AI chatbot? Bukannya gak boleh sama sekali berdialog dengan seseorang yang bisa dipercaya, akan tetapi jangan lupa kepada Tuhan kita yang Maha Melihat dan Maha Tahu (El Roi) yang selalu mengawasi dan mendengar doa serta pinta kita. Berbicaralah kepada-Nya dalam hati, Dia mendengarkan kata demi kata.

    Mengapa doa seringkali lama bahkan seperti tak dijawab Tuhan, atau malah gak juga terkabul? Satu, waktu-Nya tidak sama seperti waktu kita. Kita inginnya cepat, segera, bahkan instan saat ini juga. Tuhan tahu kapan waktu terbaik untuk kita. Dua, kita cenderung tak menyukai jawaban tidak. Jawaban negatif bukan berarti Tuhan tidak memihak kita, melainkan sudah ada sesuatu nan indah dalam rencana-Nya. Rencana-Nya seringkali lambat terealisasi bagi kita, namun percayalah jika itu yang terbaik.
  2. Ujian hidup kadang datang bukan dari atau bagi diri pribadi, melainkan dari sekitar kita. Sebagai contoh, penulis belakangan prihatin pada kasus viral teranyar tahun ini, maraknya grup di media sosial bertema kriminal bagi anak-anak hingga remaja, True Crime Community. Usia anggotanya mulai dari 11 hingga 18 tahun, mayoritas adalah korban perundungan atau mungkin pula broken home. Penggunaan senjata api hingga tajam hingga konten negatif seakan-akan jadi jalan keluar atau pelampiasan sesaat. Walaupun sehari-hari mungkin anak-anak kita terlihat baik-baik saja, tentu dalam hati para ortu muncul kekhawatiran serta pertanyaan; apakah anak-anak kita rentan terpapar, atau mungkinkah teman-teman mereka pernah atau berniat mengajak/ikutan, demi solidaritas dan sebagainya? Yang bisa kita lakukan sebagai pencegahan bukan tindakan represif atau ofensif (mendesak pengakuan, memarahi-menghukum anak), melainkan pendekatan pribadi dengan empati dan penuh kasih.

    Perlakukan/kasihilah sesama manusia seperti diri sendiri ingin diperlakukan, demikian Firman Tuhan dalam kitab Perjanjian Baru Injil Matius, Markus, juga ada dalam Perjanjian Lama (Imamat). (Matius 22:39, Markus 12:31, Imamat 19:18). Bukan sekadar membuka ruang untuk open up atau cukup waktu dan perhatian untuk anak, para ortu dan seluruh anggota keluarga besar diharapkan mampu memberikan teladan yang baik seperti Kristus bagi murid-murid-Nya. Bagaimana dengan sisanya? Do your best and God will do the rest! Bawa dengan setia dalam doa, pengharapan kita dalam Tuhan takkan mengecewakan.
  3. Kecemasan seringkali bukan timbul dari sukarnya ‘soal’ ujian itu sendiri, melainkan karena terlalu mendengarkan/manut begitu saja apa kata pihak lain, termasuk ramalan dan ilmu peruntungan manusia. Shio apa yang paling hoki tahun ini? Zodiak apa yang kurang beruntung? Jika shio atau zodiak kita termasuk yang ciong atau kurang peruntungannya, lantas kita cemas, khawatir, mundur. Gak berani ini-itu, menghindari hal-hal yang seharusnya wajar dilakukan. Bukannya harus berani ‘melawannya’ atau sama sekali bersikap masa bodoh. Tetaplah mawas diri, termasuk mereka yang diramalkan hoki sekalipun. Sebaiknya kita berjaga-jaga sambil berdoa di mana saja berada, apapun yang kita lakukan. Semua keberuntungan-kemalangan manusia hanya atas kehendak Tuhan semata-mata.

(Bersambung ke Kehidupan Kristen: Beberapa Ujian Hidup bagi Anak-Anak Tuhan di 2026 (Berikut Kunci Jawabannya!) – Part 2 – KompaK’O)

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

Tegar

Tegar

Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

31. Ancaman

31. Ancaman

Terbangun Tengah Malam

Terbangun Tengah Malam

Antologi KompaK’O

Random image