Pernahkah Anda berpikir untuk menyusun rencana bisnis?
Tapi, oh, prosesnya sangat panjang dan rumit.
Aduh. Ngapain repot-repot? Padahal Anda bisa menghabiskan waktu berharga Anda untuk menulis.
Tapi, tunggu, apa ini? Panduan untuk membantu penulis menulis rencana bisnis saat istirahat kopi?
Oke, jadi aku rasa ketika semuanya menjadi membosankan dan kaku, sedikit humor dan kreativitas membuat semuanya jauh lebih menyenangkan.
Dan mari sama-sama kita mengakui bahwa business plan ala-ala tradisional bin konvensional sama sekali tidak menyenangkan.
Tapi memiliki business plan dapat menjadi bagian penting dalam mengendalikan karier menulis Anda. Untuk membantu Anda memulai, aku sudah membuat rangkaian pertanyaan cepat dan mudah yang mencakup semua bagian utama dari sebuah rencana dan seharusnya hanya membutuhkan waktu sekitar rehat ngopi untuk menyelesaikannya.
Aku menyebut ini Business Plan Saat Rehat Ngopi.
Kenakan topi berpikir/topi tinggi/topi rajut dengan baling-baling bambu /tiara Anda. Saatnya memikirkan apa yang benar-benar Anda inginkan dari karier menulis Anda.
Pertanyaan-pertanyaan ini bertujuan untuk membantu Anda mulai memikirkan tujuan Anda, tetapi jangan berlebihan dan menghabiskan waktu berjam-jam membuat daftar dan/atau melamun tentang kesuksesan Anda sebagai penulis.
Aku mau Anda melakukan ini saat rehat minum kopi.
Ini semua tentang tujuan dasar, yang dapat Anda kembangkan untuk membuat rencana bisnis yang lengkap. Jadi luangkan beberapa menit saja untuk memikirkan jawaban setiap pertanyaan ini.
Tulis beberapa kalimat untuk menjawabnya atau buat daftar poin-poin yang bagus.
Kalau Anda ingin template untuk dicetak guna membantu Anda dalam latihan ini, Anda dapat kopas dari sini.
Ambil secangkir kopi dan pena.
Tuliskan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini.
1. Berapa banyak buku yang Anda rencanakan untuk ditulis? Dalam genre apa?
2. Berapa perkiraan jumlah kata Anda?
3. Kapan Anda akan menyelesaikan setiap proyek? Atau, berapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan setiap proyek? (Jangan lupa untuk menyisihkan waktu untuk kritik, pembaca beta, penyuntingan, dan semua aktivitas lainnya, selain benar-benar menulis buku.)
4. Bagaimana Anda akan menerbitkan buku-buku ini? Secara tradisional, penerbitan mandiri, pendekatan hibrida?
5. Jika Anda menerbitkan sendiri, layanan apa yang Anda butuhkan dan berapa banyak yang akan Anda keluarkan untuk itu?
6. Siapa pesaing Anda? Siapa lagi yang menulis buku seperti buku Anda?
7. Bagaimana Anda akan menjual dan memasarkan buku Anda?
8. Berapa banyak uang yang akan Anda keluarkan untuk menerbitkan dan memasarkan? Layanan apa yang mungkin Anda bayar untuk membantu Anda melakukan itu?
9. Berapa banyak uang yang Anda rencanakan untuk dihasilkan, dan kapan Anda akan melihat pendapatan itu?
10. Kapan Anda berencana untuk mencapai tujuan ini?
11. Sumber daya apa yang Anda butuhkan (seperti template anggaran, pelacak jumlah kata, buku referensi tentang rencana bisnis) untuk menyelesaikan rencana Anda?
12. Kapan Anda dapat meninjau tujuan Anda untuk melihat apa yang telah Anda capai dan apa yang perlu Anda revisi?
Pertanyaan bonus: Hadiah apa yang dapat Anda tetapkan untuk diri sendiri untuk mengatakan “Kerja bagus, diriku!”
Nah, Anda baru saja membuat rencana bisnis dasar. Sungguh.
Laminasi dokumen itu dan tempelkan besar-besaran di depan komputer Anda. Setiap kali Anda duduk untuk menulis, lihatlah dan fokuslah untuk menulis agar mencapai tujuan tersebut.
Kalau petugas pajak datang mengetuk pintu, Anda bisa mengacungkannya di depan hidungnya.
Bandung, 3 Februari 2026











