Sebagai Orang-orang Percaya yang juga ingin update info-kabar dunia maya, tentu kita udah gak asing lagi dengan berbagai istilah kekinian yang menghiasi laman-laman media sosial. Karena sudah sangat sering, malah istilah-istilah ini dianggap biasa-biasa saja. Padahal ada banyak hal dapat kita ketahui dan renungkan dari rangkaian kata-kata yang rentan bikin baper ini. Misalnya apa saja, ‘sih? Bagaimana kita harus menyikapinya?
- Body goals. Tubuh dengan berat, tinggi hingga kontur-proporsi idaman ideal sering dijadikan patokan para netizen. Entah pinggang semut atau bodi roti sobek, biasanya para selebgram rela melakukan apapun demi tercapainya body goals ini. Mulai dari berolahraga sampai diet, bahkan sampai urusan permak tubuh yang menguras kantong seperti sedot lemak, operasi plastik dan sebagainya. Sebagai Anak Tuhan, daripada hanya ‘hidup-hidupan’ ikut-ikutan mengejar body goals, hendaknya kita lebih mengejar mind goals. Boleh saja berusaha punya tubuh ideal selama bermanfaat bagi kesehatan, akan tetapi ingatlah, pertumbuhan rohani kita dalam Tuhan jauh lebih penting daripada sekadar tubuh indah, awet muda, kecantikan-ketampanan yang sementara.
- ‘Beban’. Tentu Anda pernah dengar atau baca kalimat, ”Dasar beban banget deh (kamu/dia)!” yang seolah-olah mengatai atau mendiskreditkan seseorang, seolah-olah ia adalah ‘beban’ bagi teman-teman atau rekannya. Meskipun sering hanya dalam konteks humor atau joking/bercanda, harap kita berhati-hati, kata beban benar-benar bisa menjatuhkan mental seseorang (istilahnya, kena mental). Dalam konteks Kristiani, ‘beban’ bukan hanya bawaan/tanggungan satu orang saja, melainkan untuk dipikul bersama-sama. “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu…” demikian sebagian isi Galatia 6:2, dan masih banyak lagi. Bahkan Tuhan Yesus pernah menawarkan ‘kuk yang ringan’ bagi kita yang letih-lesu dan berbeban berat seperti tertulis dalam Matius 11:28. Jadi, jangan pernah merasa jika hidup adalah beban. Serahkanlah bebanmu hanya kepada Yesus. Hindarilah juga ikut-ikutan mengatakan seseorang adalah beban bagi yang lain.
- Body shaming. Walaupun istilah ini awalnya bermaksud meningkatkan kesadaran akan pengendalian diri/perkataan seseorang kepada orang lain (agar tidak dilakukan sembarangan), seringkali teguran balik agar jangan sampai body shaming kita lakukan kepada orang-orang yang ‘menegur’ kita. Seolah-olah teguran mereka dianggap mempermalukan/menjatuhkan kita, padahal belum tentu demikian. Ada yang berkata kepada kita ‘kok kamu gemukan (atau kurusan)?’, ia belum tentu bermaksud buruk, melainkan agar kita lebih aware pada diri. Tubuh kelewat berisi atau overweight rentan dihinggapi macam-macam penyakit tak menular yang sukar sembuh, sedangkan tubuh kurus namun mudah lelah atau jatuh sakit mungkin saja (amit-amit) adalah gejala awal penyakit lain yang lebih perlu diwaspadai. Intinya, saat menegur jangan sampai menyakitkan hati, yang ditegur juga sebaiknya mendusin alias sadar diri.
- Couple goals. Pasangan ideal yang diidam-idamkan/dipuja dalam kehidupan nyata hingga drama-drama Korea-China sering membuat iri para lajang, bahkan yang sudah berkeluarga namun merasa belum sebahagia para couple goals. Perlu diketahui, belum tentu sama-sama kaya-raya, terkenal, cantik-tampan bisa menjamin kehidupan berpasangan hingga berkeluarga yang bahagia. Cukup banyak pasangan yang tampil mesra di depan kamera ternyata memendam kisah nyata sebaliknya, hubungan kekasih atau pernikahan berakhir mengecewakan. Lebih baik menyimpan privasi, berusaha tidak oversharing, jika lajang, berdoalah agar dipertemukan dengan kekasih/calon pasangan hidup yang sepadan. Bagi yang sudah berpasangan, kurangilah membanding-bandingkan pasangan kita dengan pasangan-pasangan lain. Tuhan sudah mengaruniakan yang terbaik. Apabila manusia mengecewakan, bawalah pengaduan kita hanya kepada-Nya.
Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.
(Bersambung ke https://kompako.web.id/2026/02/09/kehidupan-kristen-mengenal-istilah-istilah-kekinian-di-dunia-maya-dan-bagaimana-menyikapinya-part-2/)












Satu Komentar
Terima kasih atas inspirasinya