Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Dua Rumah Tuhan untuk Kita di Dunia, Apa Saja?

Kehidupan Kristen: Dua Rumah Tuhan untuk Kita di Dunia, Apa Saja?

Kehidupan Kristen 9 Juni 2025 (Adobe Stock)
1

Bicara tentang Rumah Tuhan, seringkali yang kita pikirkan/timbul dalam hati hanya Rumah Bapa di Sorga alias akhirat semata-mata, tentunya yang semua orang harapkan sebagai tujuan setelah berakhirnya hidup di dunia ini. Padahal ada lagi dua hal penting yang sering disebut dengan Rumah Tuhan di dunia ini. Ya, jika Anda berkata Gereja dan tubuh/raga manusia, keduanya tepat.

Apa keistimewaan gereja? Bukan hanya mengenai sebuah gedung atau tempat berkumpul setiap hari Sabtu atau Minggu saja. Gereja bukan hanya sebuah rumah ibadah atau bangunan fisik belaka, melainkan tubuh Kristus yang memiliki fungsi berbeda-beda namun tetap satu tujuan. Pergi ke gereja bukan hanya sekadar sebuah kewajiban agama, melainkan kerinduan kita agar tetap mengingat serta bersekutu bersama sesama orang percaya.

Pernah, penulis merasa sangat malas dan hiatus pergi ke gereja. Selama pandemi tahun 2020 hingga 2023, kami sekeluarga hampir tidak pernah menginjakkan kaki di gereja maupun ikut kebaktian secara online. Bukan karena tidak lagi rindu kepada Tuhan, melainkan karena (pernah) berpendapat pribadi jika Tuhan hanya bisa ditemui secara dua hal; lewat doa pribadi dan ke rumah-Nya secara langsung, bukan lewat internet. Akan tetapi atas izin dan karunia-Nya pada tahun 2024 kami sekeluarga memutuskan untuk kembali setia berbakti di gereja. Bukan karena kangen gedungnya, teman-teman seiman atau bahkan khotbah pendetanya, melainkan karena dorongan iman dan kerinduan yang begitu besar pada Tuhan yang selama ini tetap setia menjaga, menolong dan memberkati kami meskipun kami seringkali masih jauh dari-Nya.

Mengapa kita sebagai orang percaya seringkali malas ke gereja? Pada akhir pekan, banyak yang lebih suka tidur saja di rumah, nonton, main game, jalan-jalan ke mal dan sebagainya. Sebenarnya bukan Tuhan yang butuh kita, melainkan kita yang butuh Tuhan. Kita harus mengafirmasi iman kita dan juga mendengarkan suara-Nya lewat Firman Tuhan yang disampaikan para hamba-Nya. Juga bukan masalah pendetanya ngetop atau tidak, apakah doa-mujizat atau berkat darinya cespleng, siapa pengisi/pembawa pujiannya, apakah ada makan-makan bersama dan lain sebagainya. Kita hadir karena kita bersyukur. Pergi ke gereja dengan hati bersukacita, pulang penuh dengan penuh sukacita juga. Tidak datang dengan bersungut-sungut, rasa terpaksa karena seluruh anggota keluarga ikut, atau ada kewajiban pelayanan. Pulanglah dengan hati besar dan penuh karena doa sudah dipanjatkan, harapan kembali disegarkan, bawa pulang dan pelihara terus benih firman-Nya dalam hati. Berjanji untuk setia datang minggu depan, jangan bolong-bolong.

Rumah Tuhan yang satu lagi adalah tubuh manusia yang sering diumpamakan sebagai Bait Allah. Bukan hanya ciptaan termulia saja (memiliki akal budi), setiap manusia diciptakan sebagai citra (image) Allah. Kita adalah cetak biru yang segambar dan serupa dengan Allah, akan tetapi seringkali kita malah melakukan yang tidak disukai Tuhan, lupa bersyukur kepada-Nya. Mata kita masih lebih suka melihat hal-hal duniawi, mulut mengucapkan – jari menuliskan/mengetikkan kata-kata negatif yang mendukakan hati Allah. Tembok/dinding rumah Tuhan kita lumuri dengan berbagai dosa dan perbuatan negatif. Akibatnya kita juga yang kerap ‘menderita’. Bukan hanya dalam bentuk penyakit belaka, melainkan terhambatnya berkat, hubungan yang tidak harmonis, kegagalan dan lain sebagainya.

Karena itu rumah Tuhan yang satu ini harus kita bersihkan setiap hari, bahkan setiap saat dengan mohon ampun kepada-Nya. Akui segala dosa/pelanggaran serta berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. Tentu saja selama kita masih hidup, selalu akan ada ‘kotoran’ yang kita hasilkan. Ingatlah jika kita perlu membersihkan jiwa-raga kita dengan mengakui dan mohon ampun kepada-Nya.

Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati.

Tangerang, 9 Juni 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image