Masyarakat geger ketika di tahun 2010an tersiar kabar seorang pegawai pajak muda menilep uang pajak senilai 100an milyar.
Rupanya itu bukan akhir berita yang bikin horeg masyarakat. Saat ini sedang hangat-hangatnya berita seorang penegak hukum diduga melakukan korupsi sampai mencapai 300an trilyun. Fantastis!
Berita penangkapan pejabat publik pun bersliweran setiap saat. Mengapa mereka gemar korupsi? Kenapa mereka tidak ada jera-jeranya?
Pahlawan dan Tikus
….
Amplop-amplop di negeri amplop
Mengatur dengan teratur
Hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
Dan mengendalikan orang-orang biasa
…
Begitulah A. Mustofa Bisri atau yang biasa disapa dengan Gus Mus menggambarkan dengan gamblang fenomena korupsi di tengah masyarakat dalam puisinya ‘Di Negeri Amplop’. Salah satu puisi yang terhimpun dalam buku kumpulan puisi Pahlawan dan Tikus (Diva Press, 2019).
Sebuah judul yang menarik, menyandingkan segi-segi kepahlawanan dengan orang-orang yang gemar mencuri, dengan simbolisasi binatang pengerat: tikus!
Puisi berjudul ‘Pahlawan’ mengawali deretan panjang puisi-puisi dari penyair yang juga seorang kyai pengasuh pondok pesantren di Rembang itu. Puisinya pun padat hanya dalam satu larik.
Pahlawan
Lahir. Hilang. Gugur. Hidup. Mengalir. Sudah.
Sementara untuk ‘tikus’ ada dua puisi, ‘Tikus’ dan ‘Tikus-Tikus di Atas Meja’. Di halaman 22 dalam puisinya ‘Tikus’ Gus Mus menuliskan dengan kalimat padat pula.
Tikus
Memanen tanpa menanam
merompak tanpa pajak
kabur tampa buntut
bau tanpa kentut
Sedangkan dalam puisi ‘Tikus-Tikus di Atas Meja’ tertulis dengan tegas:
Tikus-tikus di atas meja
Dengan rakus menyikat apa saja
…
RENUNGAN BERSAMA
Membaca puisi-puisi Gus Mus dalam bukunya Pahlawan dan Tikus ini rasanya sang penyair (atau sang Kyai) mengajak kita untuk merenung bersama.
Fenomena sosial memperlihatkan suatu kontradiksi yang hebat. Betapa kita sering disuguhi pidato-pidato para pejabat yang mengajak untuk memerangi korupsi. Nyatanya banyak di antara mereka yang justru melakukan tindak korupsi.`
Buku Pahlawan dan Tikus sudah selayaknya dibaca. Banyak hikmah yang kita dapat dari menyelami setiap bait dalam puisi yang terhimpun dalam buku kumpulan puisi ini.
Jkt, 020826









